jump to navigation

Aku Pasti Kembali September 3, 2009

Posted by orangmiskin in filsafat, hidup.
5 comments

20090419201956-ERW-GOLDEN BLUE2

Panas berdenyar-denyar membakar kulit. Di luar sana, daun-daun pohon jambu jatuh satu per satu. Tiga ekor kumbang hitam bercinta dengan tetesan air dari balkon yang sejak setahun lalu tersumbat. Panas garang tidak ada bedanya. Dari ujung balkon itu, air hujan sisa kemarin tetap berderai.

Laki-laki masa lalu itu, berbaring diam. Dia masih bermain-main dengan si Orhan kecil. Sejak pagi, bersama Orhan dia menyetubuhi jalan-jalan utama Istanbul itu. Khusuk, hening dan diam, seperti biasanya.

Siang baru saja datang. Tapi bau purnama sudah tercium sejak tadi. Malam nanti adalah hari ketiga belas dalam bulan ini. Dangau kecil belum kami perbaiki. Dari sela atap rumbianya, kita bisa menikmati bintang.

Orhan tidak bisa berhenti. Dia melompat dari satu jalan ke jalan lainnya. Kadang Orhan membayangkan ada Orhan yang lain di luar sana. Seperti memandang lukisan hitam putih, Orhan memandang Istanbul. Buram dan tidak dimengerti.

Dia mengoceh sendiri. Saya duduk tubir beranda dangaunya. Seperti dia, juga diam. Asyik mamainkan rambut yang mulai panjang. Dua kucing warna kuning berkelahi berebut tulang di depan pintu. Mengeong panjang. Menakutkan.

Baiknya saya kenalkan dia. Walau sering saya ceritakan, belum sekali pun saya sebutkan namanya. Dia punya banyak nama, namun bagi saya dia adalah Che yang kesepian.

Di kampung, dia dipangil Hujan. Saudara-saurannya mengenal sebagai Hafid. Saya juga pernah tahu, dia diimbau Camar. Sebelumnya, juga ada Aga. Entah kenapa dia suka mengubah nama.

Aku ingin mengubur masa lalu. Kata itu pernah diucapkannya 9 tahun lalu. Waktu itu dia baru dikenal sebagai Hafid dan Camar.

Sedang saya, tidak perlu diceritakan. Saya sudah ungkap sedikit kisah di laman ini. Jika anda sabar, ada banyak cerita tentang kami. Bagaimana asal usul kami. Takdir apa yang mempertemukan saya dengan laki-laki masa lalu itu. Laki-laki daun lontar.

Siang makin tinggi. Panas tidak segarang tadi. Waspadai El Nino, judul koran tiga hari lalu.

Alam ini sudah rusak. Kita pelakunya. Bukan kebodohan, karena kita tidak punya itu. Tapi keserakahan yang naif. Kamu jangan herankan panas. Dia akan tetap seperti ini untuk waktu yang lama. Ini bukan akhir, bahkan awal saja belum dimulai.

Aha.. Kamu sudah menjadi ahli astronomi kiranya. Saya candai dia. Namun tidak ada lagi jawaban. Saya mahfum, dia kembali menggeluti Orhan.

Bosan menunggu dia lontarkan pernyataan sarkas, saya memilih berdiri. Mencabuti duri-duri yang menusuk-nusuk awan. Langit mulai gelap. Di ufuk barat, mega merah muda menyungkup laut. Burung-burung pulang. Sekawanan murai batu berkicau nyaring mengabarkan malam.

Purnama sudah hampir penuh, 13 Ramadhan malam ini. Saya tidak bisa pejamkan mata. Angin mendesau mengusik telinga saya. Dari dangau sebelah, lamat-lamat terdengar suara seraknya menirukan duo vokal Pasto, Rayen dan Meeltho menyenandungkan Aku Pasti Kembali.

Waktu tlah tiba
Aku kan meninggalkan
Tinggalkan kamu
‘tuk sementara

Kau dekap aku
Kau bilang jangan pergi
Tapi ku hanya dapat berkata

Aku hanya pergi ’tuk sementara
Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali

Seperti Ka menerobos salju, aku juga akan seperti itu. Bidadariku, aku akan datang dalam dua purnama.(nto)

Sumber foto : JPNN

Iklan

Hidup adalah Sebuah Halte* Juli 22, 2008

Posted by orangmiskin in filsafat.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Jika Tuhan memang ada, tidak hanya Ia ulung meninggalkan jejak. Lebih dari segalanya, Ia ahli menyembunyikan diri **

Halte-antoine

Hidup adalah sebuah halte. Kita bergerak dari satu pemberhentian ke pemberhentian lain. Kita bertemu, bertatap muka, bertegur sapa dan meninggalkan kartu nama. Lalu pergi lagi mengarungi perjalanan panjang selanjutnya.

Ajaib. Tempat pemberhentian satu ini adalah gambaran perjalanan manusia. Jika hidup petualangan, maka saat ini kita sama-sama beristirahat di halte yang sama. Tidak peduli dari mobil mana kita turun, tidak penting dari arah mana kita datang.

Siapa menduga, saya akan bertemu dengan orang-orang yang hari ini saya kenal. Pun demikian tidak ada yang bisa persis menebak sepanjang apa pertemuan itu, selamanyakah atau sekejap saja.

Suatu saat, masing-masing kita akan berangkat, karena kereta atau mungkin biskota nasib datang. Membawa kita kepengembaraan lainnya. Jangan bersedih karena seperti perjalanan, mungkin kita bisa ketemu lagi dalam halte yang sama di waktu yang berbeda.

Waktu tidak membunuh apapun, tapi waktu akan menggerus semuanya. Sepuluh tahun lalu, tangan itu mungkin masih kencang dengan otot-otot yang bertonjolan. Sekarang, sedikit kerutan mulai menghiasi wajah dan rambut putih keperakan mulai tampak satu-satu. Tapi itu proses. Semuanya yang bermula, pasti memiliki akhir.

Halte itu tempat kita berhenti. Saat awal pertemuan ini, di antara kita tidak pernah saling kenal, lalu bertegur sapa, bertatap muka dan meninggalkan kartu nama. Kita sama-sama meninggalkan jejak dan ingatan dalam kepala masing-masing.

Hari itu, karena kepentingan kita ada di halte yang sama. Kita terjebak dalam relasi yang unik, pada jejaring yang rumit yang disebut nasib atua mungkin takdir Nya. Awalnya sekedar berteduh dari hujan, menepi dari teriknya matahari, lalu saling kenal dan bahkan cinta.

Saat perjalanan dilanjutkan, ada yang masih pergi sendirian, tapi tidak sedikit yang membawa serta orang lain, seorang teman seperjalanan.

Apa yang menyebabkan perjalanan ini indah, kalau bukan kejutan yang ada dibaliknya. Kita tidak tahu siapa yang akan kita temui dipemberhentian selanjutnya. Bisa orang yang sama, bisa juga tidak. Hidup dengan kejutan itu ternyata mengairahkan. Begitu lembut seperti lembutnya rambut kekasih saat dia usai mandi tengah hari.

Hidup itu sebuah perjalanan dan di tiap kelokannya ada halte tempat kita bertemu dengan orang yang berbeda. Itulah keajaiban. Itulah takdir Tuhan. Itulah misteri. (nto)

*Sebuah renungan

**(Jostein Gaarder dalam Maya : Misteri Dunia dan Cinta)

Si-Seksi itu bernama Fitna Maret 29, 2008

Posted by orangmiskin in berita, budaya, filsafat, opini.
Tags: , , , , , , ,
4 comments

Fitna2

Yang kontroversi selalu menarik untuk diikuti. Semakin kontroversi sesuatu hal, semakin seksi dan makin dicarilah dia. Makanya jangan heran, banyak buku, tokoh, film dan pendapat seseorang yang dicari orang lain, saat sudah keluar fatwa larangan, sesat bahkan fatwa halal darahnya dibunuh.

Manusia bersifat ingin tahu. Itulah insting bawaan kita. Semakin tidak boleh, semakin tertantang kita untuk mencari tahu kenapa. Itulah yang terjadi dengan Film Fitna. Film yang dibuat Geert Wilders, seorang politikus sayap ultra kanan Belanda dari Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai untuk Kebebesan) ini memancing amarah umat Islam dunia. Termasuk di Indonesia. Tokoh-tokoh Islam mengecam pemutaran film yang dilakukan lewat liveleak.com ini.

Terlepas dari isinya yang sangat menghujat umat Islam. Kontroversi ala Geert Wilders ini ampuh memasarkan gagasannya. Di dunia maya, ratusan blog yang mengulas baik secara singkat, maupun utuh, mendadak menjadi blog yang tumbuh paling cepat. Tulisan teratas yang dirilis wordpress.com kemarin, hampir semuanya berhubungan dengan Film Fitna.

Kontroversi dan penghujatan yang dilakukan “pihak lain” kepada Islam bukan hanya ini. Beberapa tahun lalu, umat Muslim dunia juga merasa dilecehkan dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad di sebuah surat kabar Denmark Jyllands Posten. Boikot, kemarahan dan kecaman datang dari seluruh penjuru dunia. Tidak peduli dia Islam, atau agama lain.

Ironisnya, kita sudah lama hidup dalam praduga. Setiap hujatan yang disampaikan orang lain, pikiran dan emosi kita sudah pasti mengarah kepada umat agama lain, anggaplah itu Kristen atau Yahudi. Meski bukan mereka yang melakukannya.

Itulah yang ditakutkan umat Kristen dunia, soal film Fitna ini. Untuk menunjukan ketidaksetujuannya, Vatikan sebagai otoritas tertinggi umat Khatolik dunia, berada dalam barisan yang sama dengan umat Islam.

Inilah pemandangan unik, ketika dua agama besar dunia ini bersatu melawan sekularisme dan ateisme, yang saat ini mungkin bisa diwakilkan kepada Geert Wilders. Karena memang, kabarnya tokoh politik partai sayap kanan ini adalah seorang sekuler.

Bisakah kontroversi film Fitna ini dijadikan entri poin membentuk hubungan harmonis dua agama ini. Dua agama besar yang punya sejarah perseteruan masa silam yang kelam. (nto)

Berikut link Film Fitna :

Fitna Part 1

Fitna Part 2

Fitna Part 3

Kebetulan atau KekuasaanMu? Juli 2, 2007

Posted by orangmiskin in berita, filsafat.
Tags: , ,
add a comment

Kelurahan Alang Laweng yang biasanya mulai sepi pada pukul 10.30 Wib, mendadak ramai, Senin (2/7). Ratusan warga menyemuti lapangan parkir Depot air mineral Fresco di Kelurahan Alang laweh I No 20A RT 1/2. Apa pasal?

Mereka ternyata mengerumuni sebentuk tulisan kaligrafi Allah di lantai semen halaman depot milik Wirza (65) warga Jati V Padang itu.
 
Tulisan Allah yang memaksa ratusan warga memadati lokasi itu, pertama kali ditemukan Doni Buarta (17), anak pegawai depot air minum tersebut. Siswa SMKN 1 Sawahlunto itu menyebutkan, dirinya menemukan tulisan Allah itu sekitar pukul 18.30 wib, seusai sholat Magrib. Saat itu, seusai menyelenggarakan sholat di dalam depot, Doni bermaksud keluar.
 
“Setelah sholat, saya ngambil sandal di halaman. Masya Allah, ada tulisan Allah dilantai. Melihat hal itu, langsung saya beritahu bapak. Awalnya bapak saya tidak percaya, namun setelah diperhatikan secara cermat, ternyata memang benasr itu tulisan Allah,” ujar Doni.
 
Siswa kerja praktek di PT Pusri Cabang Padang ini menyebutkan, pada malam sebelum kejadian, di lokasi tulisan Allah itu tertera, sekelompok pemuda setempat membakar tempurung kelapa untuk menghangatkan badan. Dan biasanya pada pagi harinya, mereka selalu menyiram lantai kembali lanti itu sampai bersih.
 
“Jadi tidak mungkin itu goresan arang orang iseng. Soalnya, tulisan itu tidak mau hilang, kendati sudah disiram dan dihapus,” tambahnya.
 
Kejadian unik tersebut bukan saja menarik perhatian warga Alang Laweh. Kabar penemuan tulisan Allah itu menyebar cepat lewat mulut kemulut. Beberapa warga terandam dan sekitarnya juga ditemui dilokasi tersebut. Mereka berbaur dengan warga lainnya, menyaksikan kejadian yang mungkin sekali seumur hidup mereka.
 
“Sajak hiduang ditambuah angok baru kali kini ambo maliek nan bantuak ko. Lah 45 tahun pulo ambo tingga di Alan Laweh. Iyo kekuasaan Alah bana mah,” ujar salah seorang warga, Rasat (65). (nto)
 
Permalink: https://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/02/kebetulan-atau-kekuasaanmu/

Alienasi dari Masa Lalu Juni 14, 2007

Posted by orangmiskin in filsafat, hidup.
Tags: , ,
add a comment

Seorang filsuf besar abad renainsans, sorang nabi bagi kaum komunis dunia, Karl Marx. Ekonom, sosiolog pengkritik utama kapitalisme ini, pernah secara detail membahas alienasi. Sebuah keterasingan kaum buruh dari produk yang dihasilkannya. Buruh dalam sistim kapitalisme, menurutnya tidak lagi mengenal kreasi. Pasca finishing, mereka tidak lagi melihat hasil akhir produk.
 
Namun dalam kasus ini, saya tidak akan bicara tentang Alienasinya Marx. Tetapi saya hanya meminjam istilah ini untuk keperluan pribadi, mudahan Mbah Jenggot ini setuju.
Hari ini saya baru saja mengunjungi kafe kimia FMIPA Unand. Tempat saya biasa menghabiskan sebagian umur di masa-masa indahnya menjadi mahasiswa.

Selama kuliah ada rasa enjoy berada di kafe ini. Tetapi ketika pasca mahasiswa, ada alienasi (keasingan). Kita seolah tidak lagi mengenal kafe ini, manusianya, gelak candanya dan semua kenangan yang pernah melekati lubuk paling dalam hati, lenyap.
 
Apakah ketika terlalu lama meninggalkan sesuatu dan ketika kita kembali. Ada keasingan dalam diri kita semua. Apakah ini normal? atau ketika kita mengingat tempat yang punya kenangan ini, yang ada hanya senyuman. Tetapi asing kalau kita kunjungi. Mungkin karena manusianya yang sudah berbeda.
 
Begitu juga, ada keasingan yang menjalari tubuh ini, ketika begitu lama melupakan yang DIATAS. Ada rasa malu yang sangat besar menghimpit pundak ini. Tetapi disaat keterasingan ini menjalari tubuh, ada rasa ekstase yang teramat nikmat. Mungkin seperti kita baru saja nembak cewek, ada rasa asing pada awalnya. Namun kemudian perlahan, hilang….hilang dan terus hilang. Yang ada hanya rutinitas dan kebiasaan. (nto)
 
Permalink: https://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/14/alienasi-dari-masa-lalu/