jump to navigation

Isyarat Kematian Agustus 19, 2008

Posted by orangmiskin in hidup.
Tags: , , , ,
trackback

Attacus_atlas_1

Ket : Kupu-kupu ini dipercaya sebagai pembawa kabar kematian

Saya suka kupu-kupu. Bagi saya dia adalah makluk paling menawan. Bukan saja indah, kupu-kupu adalah serangga yang menginspirasi banyak orang. Dia menggambarkan kesenangan, keindahan dan cinta.

Di kampung saya ada kepercayaan bahwa kupu-kupu tertentu membawa kabar duka. Kehadirannya berarti kehilangan. Kupu-kupu ini dipercaya sebagai pembawa kabar kematian. Dia berukuran besar (kira-kira sejengkal lebih orang dewasa), berwarna merah dan biasanya suka hinggap di dinding rumah atau pagar.

Saya ingat saat kecil, nenek sering melarang begini, “Jangan pegang kupu-kupu itu. Itu kupu-kupu orang mati. Biarkan saja”. Orang-orang tua saya sering mempedomani kupu-kupu ini sebagai isyarat keluarga besar kami akan kehilangan seseorang.

Biasanya kalau ia hadir, semua percaya salah seorang keluarga akan meninggal dunia. Jika sayap si pembawa kabar masih utuh, artinya yang akan pergi adalah anggota keluarga berusia muda, tapi jika ada cacatnya artinya itu orang tua.

Yang namanya mitos, kadang benar tapi sering tidak. Memang, ada kalanya beberapa hari setelah datangnya kupu-kupu itu salah seorang anggota keluarga kami meninggal. Tapi ada kalanya juga tidak ada terjadi apa-apa.

Kemarin pagi, tiba-tiba saja seekor kupu-kupu besar nyasar hinggap di kaca kamar kost saya. Kaget dan kagum pastinya. Awalnya saya berpikir itu adalah kupu-kupu kematian. Setelah diperhatikan, ternyata bukan.

Meski hanya mitos dan saya tidak mempercayainya, kehadiran kupu-kupu ini sering menjadi pembahasan kami saat saya menelpon orang tua di kampung. Menanyakan kabar mereka. Adakah sehat-sehat saja dan siapa anggota keluarga yang baru meninggal.

Mitos tetaplah mitos. Boleh percaya, boleh tidak. Yang pasti hidup mati seseorang sudah digariskan Yang di Atas. Tapi mitos ini mengajarkan saya untuk mencintai semua jenis serangga bersayap ganda warna warni ini.

Alam sudah berubah, manusia tidak lagi bersahabat. Saat ini Sang Pembawa Kabar Kematian sudah sangat langka. Sejak lama saya tidak menjumpainya lagi. Kalau ketemu, kira-kira apa yang akan saya pikirkan. Entahlah. (nto)

Setelah nanya sama om google, ternyata kupu-kupu ini bernama latin Attacus atlas.

Iklan

Komentar»

1. nemo... - Februari 16, 2009

kasihan tuh ….anak jalanan…sedih2 dahulu mati2 kemudian.
kayak cerita si jamin & si johan.sedih rasanya hati gw

2. nemo... - Februari 16, 2009

huahahahahahaah…. sakit & sedih serta pilu rasanya

3. Devi Isman - Maret 11, 2009

Hmm..
Di kamar mandi aq sering dihinggapi kupu-kupu lho, gtaw kanapa..

So klo Anto dah lama ga lyat kupu2, singgah aja ke kosan aq en numpang ke kamar mandi sambil merenung (pup)dengan tenang.. =P


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: