jump to navigation

Alumni Thawalib Pembawa Ahmadiyah ke Indonesia Mei 17, 2008

Posted by orangmiskin in berita, sejarah.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

AHMADIYAH

Siapa menduga perkembangan Ahmadiyah di Indonesia bermula dari Ranah Minang. Organisasi yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad ini masuk ke Indonesia atas undangan tiga pelajar Sumatera Thawalib Padang Panjang. Kaum Ahmadi Indonesia mengenal mereka dengan sebutan tiga serangkai.

Sejak dulu, Tanah Minangkabau memang dikenal sebagai gudangnya para cendekia. Pendidikan tinggi berkembang pesat. Dan setidaknya tiga lembaga pendidikan kenamaan ada di sini. Seperti INS Kayu Tanam, Thawalib Parabek Bukittinggi dan Sumatera Tahwalib Padang Panjang.

Dari buku Riwayat Hidup Tiga Serangkai karangan Ny Sumayya SAg dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), tiga serangkai itu adalah M Abubakar Ayyub, Zaini Dahlan dan Ahmad Nurruddin. Ketiganya merupakan alumni Sumatera Thawalib Padang Panjang dan Diniyyah School yang juga ada di Padangpanjang.

Dalam sejarah perkembangan Ahmadiyah di Indonesia kemudian hari, posisi Sumatera Thawalib menarik untuk dicermati. Selain tiga tokoh awal Ahmadiyah berasal sekolah ini, fatwa MUI yang menyatakan aliran ini juga keluar semasa lembaga ulama ini dipimpin alumni Sumatera Thawalib lainnya. Yakni Buya HAMKA yang pada 1 Juni 1980 M memfatwa aliran yang dibawa Mirza Ghulam Ahmad ini sesat dan menyesatkan.

Mubaligh wilayah Sumbar-Kerinci Jemaat Ahmadyah, Mudatsir Ahmad Surbakti di sekretariat Ahmadiyah Cabang Padang Jalan Agus Salim No 5 Padang, menceritakan awalnya usai menamatkan studi di Sumatera Thawalib, tiga orang ini berniat sekolah ke Al Azhar Mesir. Namun akhirnya mereka memilih Hindustan (India dan Pakistan-red), setelah disarankan guru mereka Zainuddin Labai El Yunusiah dan Ibrahim Musa Parabek.

“Alasanya karena saat itu sudah banyak pelajar Minang yang bersekolah di Mesir. Kenapa tidak ke Hindustan saja. Toh pendidikan Islam di sana juga maju,” kata Mudatsir didampingi Sekretaris Ahamdiyah Cabang Padang Rusydi Arasy.

Tiga tokoh awal Ahmadiyah ini bertolak dari Ranah Minang pada 1922. Meski belum mengenal Ahmadiyah, mereka sudah mendengar nama Khwaja Kamaluddin, seorang mubalig Ahmadiyah di Lahore yang pernah berkhotbah di Jawa.

Awalnya, tambah Rusdyi Arasy, mereka bertiga ini berguru kepada maulana Abdussatar di Pathan Lahore. Lalu pindah ke Qadian. Disinilah mereka dibai’at sebagai anggota Ahmadi oleh Hadhrat Khalifatul Masih II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad.

Kabar masuknya tiga alumni Sumatera Thawalib ini kedalam Ahmadiyah, menimbulkan “keributan” di Ranah Minang. Mereka pun difatwa kafir oleh ulama-ulama di Sumbar.

Berdasarkan catatan sejarah Ahmadi, ketiga tokoh Amadiyah Indonesia ini dilahirkan di tempat berbeda. Zaini Dahlan lahir di Desa Ampek Angkek Tanjung Alam Bukitinggi. Selama menjadi mubalig Ahmadiyah, dia pernah bertugas Singapura, Malaysia, Medan, Payakumbuah, Pekanbaru dan Jakarta.

Sementara itu, Ahmad Nuruddin dilahirkan di Parabek Bukitinggi pada 2 Februari 1906. Dia juga pernah bertugas dibanyak tempat sebagai mubalig Ahmadiyah, yakni di Bengkulu, Lahat, Palembang, Jakarta dan Lombok. Demikian halnya dengan Abubakar Ayyub yang lahir di Paninjauan Juni 1906.

Tiga serangka inilah yang mengundang Ahmadiyah masuk ke Indonesia. Semasa menuntut ilmu di Qadian, mereka meminta Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berkunjung ke tanah air. Namun Mirza Bashiruddin mengirimkan mubalig Maulana Rahmat Ali HAOT pada 1925.

Setahun kemudain (1926), lewat Maulana Rahmat Ali Jemaat Ahmadiyah berdiri di Kota Padang. Sebelum sampai di Ranah Minang, sebenarnya Maulana Rahmat Ali, jelas Rusdyi Arasy, berdakwah di Tapaktuan Aceh. Walau diterima awalnya, pada akhirnya dia mendapatkan penolakan. Dan oleh gubernur Aceh saat itu diminta meninggalkan Tanah Rencong.

“Maka itu dia menuju ke Selatan (Sumbar). Di Sumbar, awalnya dia menetap di Pasa Miskin dekat Gedung IWAPI Padang. Lalu pindah ke Tepi Banda Olo. Pada 1930-an, seorang pengusaha bernama Bagindo Zakaria dibai’at. Dia mewakafkan tanah, rumah serta bangunan ini sebagai sekretariat Jamaah sekarang,” jelas Rusdyi.

Sejak awalnya, perkembangan Ahmadiyah di Indonesia selalu dipenuhi pertentangan dan perdebatan. Sejumlah ulama terkenal tanah air menentang keberadaan aliran ini, seperti H Rasul (ayah buya Hamka) dan Buya Hamka sendiri, yang juga junior tiga serangkai di Sumatera Thawalib. Tentangan juga datang dari tokoh-tokoh Persatuan Islam (Persis).

Setidaknya masa-masa awal pernah beberapa kali terjadi perdebatan antara mubaliq-mubaliq Ahmadiyah dengan tokoh-tokoh Islam lainnya. Seperti perdebatab Tapaktuan 1925, Perdebatan Padang 1926, Bogor 1932, Bandung 1933 dan Perdebatan Batavia pada 1933 silam. Termasuk juga setelah kemerdekaan.

Sejak dulu, perdebatan itu berkutat pada tiga hal masalah yakni Nabi Isa (apakah sudah meninggal atau masih hidup), Masalah Kenabian (apakah masih ada nabi sesudah Nabi Muhammad atau tidak) dan status Mirza Ghulam Ahmad sendiri.

“Tapi perdebatan-perdebatan itu dibungkus intelektual dan keilmuan. Tidak ada intimidasi. Akhir-akhir ini saja sudah mengarah pada tindak kekerasan,” kata Rusydi

Meskipun ditentang sejak lama, baik Rusydi, Mudatsir Ahmad dan ribuan pengikut Ahmadiyah lainnya tetap yakin ajaran yang mereka ikuti itu benar dan bagian dari Islam. Karena bagi mereka kebenaran bukan seerti biji bayam yang disebar. Lalu sebulan sesudahnya tumbuh, namun segera ia dibabat habis. Bagi kaum Ahmadi, kebenaran itu seperti pohon mahoni, lamban tapi pasti. (nto)

Iklan

Komentar»

1. usaamah al faruqy - Mei 18, 2008

jangan sembarang ngomong ente ya

no cemoent..biarin aja orang lain yang menilai..salam mas..

ceritabella - Juni 2, 2009

@ Usaamah al Faruqy :
Kalau anda tidak senang dengan tulisan yang dibuat oleh Harfianto silahkan, tapi anda jangan banyak bacot deh. Setiap orang berhak kok ngomong atau menuliskan apa yang ia inginkan. Lagian ini kan blognya punya Harfianto, bukan blog anda, terserah dia donk maw nulis apa…
Hahahaha…

2. Irenaeus Ahmad - Mei 19, 2008

Salam,

@usaamah
Anda punya hubungan apa yah sama usaamah bin ladin? 🙂
Ngga ada angin, engga ada hujan kok main hardik… Kayak teroris ajah, hahaha…

Memang seperti itu sejarahnya, lai…

@harfianto
Saudara Harfianto menuliskannya dengan bahasa netral, tidak memihak dan tanpa prasangka…

Salut untuk untuk Anda! 🙂

Jazakumullah,
Irenaeus Ahmad

dua kali makasih mas.. pertama untuk pujiannya dan kedua untuk pembelaannya. sebagai jurnalis, saya berusaha menulis se-netral mungkin. tanpa merugikan orang lain..

3. ziduuy - Mei 19, 2008

hey bung salam kenal juga 😀

baru bikin blog nih saya masih banyak belajar 😀

selamat berbloger ria ziduyy… rasakan nikmatnya terjangkiti virus blog..

4. Irenaeus Ahmad - Mei 19, 2008

Salam kenal juga 🙂

Keep up the good work… 😀

5. manusia kerend - Mei 20, 2008

iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

g mungkin

g mungkin

n` g mungkin bangeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttt

hehe..mungkin aja.

6. Irenaeus Ahmad - Mei 21, 2008

@manusia kerend
Manusia dari mana lagi nih? 🙂

Btw ada article menarik untuk dibaca
http://agengiyo.wordpress.com/2008/05/21/ahmadiyah-menjawab/

7. nartono - Mei 24, 2008

Ma kasih mau mampir. salam kenal juga. ga ada salahnya menceritakan sesuatu. itu hak tiap orang untuk berbicara. Tapi yg jelas, yg salah udah kelihatan begitu pula yang benar…

makasih mas.. telah datang. sebagai jurnalis, saya harus menulis se-netral mungkin, tidak memihak dan merugikan satu pihak..

8. padanginfo - Mei 27, 2008

Mantapsssssssssss….
http://padanginfo.wordpress.com/

9. cakmost@yahoo.com - Mei 29, 2008

jagn berkelahi aja

dijamin ngak bakalan berkelahi, kalau saling menggunakan akal sehat.. tul ngak..

10. awantoriadi - Mei 30, 2008

baru tau kalo pendiri ahmadi indonesia alumni padangpanjang, ga tau harus bangga ato gimana, 😀 salam kenal bang

11. Irenaeus Ahmad - Juni 2, 2008

Ini cerita mualim yang menjadi muslim ahmadi.
Untuk wawasan saja.
alislam.org/library/books/Commonsense-About-Ahmadiyyat-20080530MN.pdf

Ini SMS provokasi dari FPI disebar hari ini:
“Ass. Segenap Aktivis FPI di Indonesia WAJIB SIAGA PERANG LAWAN AHMADIYAH & PENDUKUNGNYA. Bentrok LASKAR ISLAM & PENDUKUNG AHMADIYAH di monas, krn:1.Aksi BELA AHMADIYAH adl Aksi Nantang Islam. Dlm Orasi mereka nyatakan bhw Laskar Islam adl Laskar Syetan Kafir. 3. Mereka acungkan pistol ke Laskar Islam. Sebar!”
Source: musadiqmarhaban.wordpress.com/2008/06/02/astaghfirullah-saya-baru-saja-terima-sms-horor/

12. FaNZ - Juni 3, 2008

Wow
Ndak thawalib parabek do kan?

13. Delphinia - Juni 19, 2008

Somehow i missed the point. Probably lost in translation 🙂 Anyway … nice blog to visit.

cheers, Delphinia.

14. deddy - Desember 29, 2008

Buat kaum muslimin
Silahkan anda kunjungi link dibawah ini bila ingin tahu ttg ahmadiyah.
http://islamic.us.to

Bagi yang ingin mengetahui diskusi-diskusi ahmadiyah & menambah wawasan serta ilmu ttg ahmadiyah bisa menuju kesini..

http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showforum=7

15. ibnujamal - Maret 22, 2009

ah cerita yg kagak ada sanadnya gak penting untuk dipercaya…apalagi sumbernya adalah orang ahmadiyah yg notabenenya udah diluar islam menurut para ulama..udah jelas riwayatnya mardud,sebagai alumni thawalib padang panjang ane cukup malu kalo itu benar…apalagi yg meminta mereka belajar di india adalah guru mereka sendiri dengan alasan yg sangat tidak masuk akal yaitu di mesir udah banyak yg menuntut ilmu??alasan yg sangat tidak ilmiyah..seharusnya jika di mesir udah ‘fulteng”kan masih ada madinah atau saudi arabia..kenapa harus di hindustan?hari yang aneh….!!!!

16. I Cinta Damislam - Maret 24, 2009

MUKJIZAT MUBALIGH JEMAAT AHMADIYAH

Saya ingin menyampaikan beberapa cerita mengenai berbagai mukjizat yang dimiliki atau diceritakan oleh orang tua-tua dan beberapa Mubaligh Jemaat Ahmadiyah. Mudah-mudahan cerita ini dapat menambah keimanan kita semua.
1.Hujan dihentikan
Hampir semua Ahmadi pernah mendengar cerita mukjizat doa yang dilakukan oleh Mlv Rahmat Ali HAOT. Pada suatu masa terjadi pelaksanaan diskusi antara Mlv. Rahmat Ali HAOT dengan seorang pendeta kristen Bandung. Perdebatan berlangksung sangat sengit dan seperti biasa semua argumentasi sang pendeta dapat dipatahkan oleh Mlv Rahmat Ali.
Pada saat perdebatan berlangsung tiba-tiba terjadi turun hujan yang sangat lebat. Sang pendeta yang sudah terdesak dalam perdebatan tiba-tiba mengatakan kapada Mlv. Rahmat Ali HAOT :” jika anda memang seorang yang benar maka coba tuan hentikan hujan ini.” Mlv Rahmat Ali HAOT langsung menyambut dan berkata :” baik.” Dan beliau langsung berdoa dihadapan hadirin. Setelah doa beliau lakukan tiba-tiba hujan berhenti.
Apa yang terjadi dengan sang pendeta? Pendeta tersebut tidak mengakui mukjizat doa yang diperlihatkan oleh Mlv. Rahmat Ali HAOT. Dia menganggap kejadian hujan berhenti hanyalah suat kebetulan. Memang seseorang untuk dapat menerima kebenaran diperlukan karunia dari Allah SWT.

2. Kedatangan Rizki.
Bapak saya adalah murid dari Mlv Rahmat Ali HAOT. Bapak bercerita bahwa beliau selalu rajin ke petojo untuk sholat dan bertemu dengan sang Guru Mlv Rahmat Ali HAOT yang dicintainya. Suatu saat Mlv. Rahmat Ali mengatakan kepada bapak bahwa beliau sudah lama tidak makan enak. Spontan bapak mengajak Mlv Rahmat Ali untuk jalan mencari makan di luar. Mlv. Rahmat Ali kemudian bersabda kepada bapak:” tidak, tuan duduk saja disini nanti insya Allah akan datang rizki.” Karena itu bapak kemudian duduk saja dan tidak mengerti apa yang akan terjadi. Tidak berapa lama terdengar suara seorang ibu lajnah datang dan mengucapkan salam :” Assalamualaikum.” Apa yang diucapkan oleh Mlv Rahmat Ali HAOT menjadi kenyataan. Ibu lajnah itu membawa makanan berupa masakan ayam yang lezat untuk disampaikan kepada sang guru yang dicintainya Mlv Rahmat Ali HAOT. Masya Allah.

17. I Cinta Damislam - Maret 24, 2009

Kebencian
Mengapa engkau mengaku muslim apabila engkau penuh benci
Apakah saudaramu pernah menyakitimu?
Tetapi engkau selalu benci padanya
Apakah engkau sudah membelah hatinya sehingga engkau tahu bahwa dia sesat?
Jangan lah engkau menistanya padahal engkau tahu bahwa dia tidak pernah menista siapapun juga.
Mesjid mesjidnya ada di seluruh benua.
Syiar islam dilakukannya di Asia, Eropah, Amerika, Afrika, Australia sampai pulau pulau di seluruh pelosok dunia.
Tapi engkau yang mengaku membela islam menghancurkan mesjidnya.
Pernahkan Mohammad Sang Guru mengajarkan kepada engkau untuk menghancurkan mesjid mereka yang telah melakukan syiar Islam di pelosok dunia?
Apakah Sang Guru Rasul Umat tidak mengajarkan kepada engkan kecintaan?

18. amir - Maret 24, 2009

Cerita berbau takhayul untuk apa dipercaya. Bisa syirik bila kita mempercayainya.

19. insan - Maret 24, 2009

Pak, Saya numpang promosi blog saya yg baru.
http://www.muhammadinsan.wordpress.com

20. lana - April 18, 2009

ada berapa mahzab di organisasi ahmadiyah?

21. lana - April 18, 2009

saya pernah punya pengalaman; waktu itu saya bersiap shalat jum’at di masjid kampus saya unisba (karena kebetulan saya memang sedang berada di kampus dimana saya terdaftar sebagai mahasiswa d perguruan tinggi ybs), tetapi tiba – tiba teman sekampus saya mengajak saya dan teman saya yg lain untuk shalat jum’at di masjid di luar kampus, karena katanya coba shalatnya di masjid yg dia rekomendasikan saja. Akhirnya kita bertiga naik angkot menuju ke masjid tsb. Setelah itu teman saya memberhentikan angkot di sekitar wilayah astana anyar bandung. tiba kita d masjid tsb, pertama saya tidak berpikir apa2 dan langsung masuk ke masjid tersebut untuk mengambil air wudhu, tapi begitu masuk gerbang masjid saya agak kaget melihat banyak perempuan dengan mengenakan mukena jg bersiap ikut shalat dan posisinya tidak satu ruangan dengan jamaah laki2nya….karena pengalaman shalat jum’at saya selama ini baru saya lihat ada perempuan jg ikut shalat jum’at, dengan terheran – heran saya pun mengambil air wudhu, dan saya lihat banyak istilah2 di masjid tersebut yang agak asing di mata saya, terlebih ketika masuk ke dalam ruang utama masjid dimana jamaah laki2 berada ada hijab yang membagi ruang masjid menjadi dua, kanan dan kiri masjid (setahu saya hijab itu membagi ruang masjid depan dan belakang, depan untuk jamaah laki2 dan belakang untuk jamaah perempuan, yang khusus untuk hari jum’at hijab itu pun ditiadakan). dan semakin kaget ternyata hijab kanan kiri itu untuk memisahkan jamaah laki2 yang tua dan muda, tetapi saya tetap melanjutkan shalat jum’at saya pada waktu itu dan saya pun sempat mendengar khotbah khotib yang berbicara mengenai iuran dari tiap jamaah (tidak tahu apa istilahnya) untuk organisasi, aksen pelafalan surat2 alqur’an yg terdengar berbeda dan baru di telinga saya.lalu setelah selesai shalat baru saya lihat di plang nama masjid itu ternyata masjid jamaah ahmadiyah….(Wallahu alam bi sawab). terima kasih

22. bambang - Mei 5, 2009

Saya ingin menyampaikan beberapa cerita mengenai berbagai mukjizat yang dimiliki atau diceritakan oleh orang tua-tua dan beberapa Mubaligh Jemaat Ahmadiyah. Mudah-mudahan cerita ini dapat menambah keimanan kita semua.
1.Hujan dihentikan
Hampir semua Ahmadi pernah mendengar cerita mukjizat doa yang dilakukan oleh Mlv Rahmat Ali HAOT. Pada suatu masa terjadi pelaksanaan diskusi antara Mlv. Rahmat Ali HAOT dengan seorang pendeta kristen Bandung. Perdebatan berlangksung sangat sengit dan seperti biasa semua argumentasi sang pendeta dapat dipatahkan oleh Mlv Rahmat Ali.
Pada saat perdebatan berlangsung tiba-tiba terjadi turun hujan yang sangat lebat. Sang pendeta yang sudah terdesak dalam perdebatan tiba-tiba mengatakan kapada Mlv. Rahmat Ali HAOT :” jika anda memang seorang yang benar maka coba tuan hentikan hujan ini.” Mlv Rahmat Ali HAOT langsung menyambut dan berkata :” baik.” Dan beliau langsung berdoa dihadapan hadirin. Setelah doa beliau lakukan tiba-tiba hujan berhenti.
Apa yang terjadi dengan sang pendeta? Pendeta tersebut tidak mengakui mukjizat doa yang diperlihatkan oleh Mlv. Rahmat Ali HAOT. Dia menganggap kejadian hujan berhenti hanyalah suat kebetulan. Memang seseorang untuk dapat menerima kebenaran diperlukan karunia dari Allah SWT.

Cerita berbau syirik

2. Kedatangan Rizki.
Bapak saya adalah murid dari Mlv Rahmat Ali HAOT. Bapak bercerita bahwa beliau selalu rajin ke petojo untuk sholat dan bertemu dengan sang Guru Mlv Rahmat Ali HAOT yang dicintainya. Suatu saat Mlv. Rahmat Ali mengatakan kepada bapak bahwa beliau sudah lama tidak makan enak. Spontan bapak mengajak Mlv Rahmat Ali untuk jalan mencari makan di luar. Mlv. Rahmat Ali kemudian bersabda kepada bapak:” tidak, tuan duduk saja disini nanti insya Allah akan datang rizki.” Karena itu bapak kemudian duduk saja dan tidak mengerti apa yang akan terjadi. Tidak berapa lama terdengar suara seorang ibu lajnah datang dan mengucapkan salam :” Assalamualaikum.” Apa yang diucapkan oleh Mlv Rahmat Ali HAOT menjadi kenyataan. Ibu lajnah itu membawa makanan berupa masakan ayam yang lezat untuk disampaikan kepada sang guru yang dicintainya Mlv Rahmat Ali HAOT. Masya Allah.

Itu kebetulan saja….
Jika Rahmat Ali tau Bpk Anda akan mendapat rizki sebelum terjadi, itu syirik namanya

23. iray - Juni 2, 2009

assalamualakm.ini bukan tentang anda penulisnetral. tetapi kenapa anda seperti menyetujui adanya organisasi yang mengaku agama islam yang bernabi dari india dan yang sudah kena sumpah oleh para ulama islam di india. menurut hemat saya ada menulis sejarah ini berarti anda menyetujui adanya agama sesat ini. maaf ada seperti mempunyai agama yang dobel2.kalo anda mao menulis lebih baik anda menulis tidak seperti mendukung kalo anda tidak mao disebut beragama 2.wasalam.

ceritabella - Juni 2, 2009

Assalamu’alikum…
Menurut saya si penulis tetap netral . Karena disini penulis tidak memasukkan OPINInya sendiri. Dia hanya menuliskan keterangan / info yang didapatkannya, karena si penulis adalah seorang wartawan. Dan saya yakin sekali bahwa si penulis ini tidak mempunyai agama yang double. Malah disini anda yang menurut saya kurang sopan mengatakan bahwa si penulis mempunyai agama double. Don’t judge people if u don’t know about him.Ok!
Wassalam

24. dani - Februari 19, 2010

bagaimanapun kebenaran tetap kebenaran.. apalagi kebenaran itu datang dari ALLAH SWT.. Ahmadiyah merupakan jemaat ilaahi..

gatot kaca - Februari 18, 2011

sudalah bung ini jaman gila banyak org ngaku2 dirix nabi padahal setan pa lgi datangx dari arab, wong mulutx org arab ngedabrus g bisa dipegang xixixi..

25. gatot kaca - Februari 18, 2011

Memang sudah saatx banyak pengakuan nabi2 palsu bermunculam seperti padhe mamad n konco2x ini kan jaman iblis d lepaskan hahahaha7

26. Landonmg - Februari 18, 2011

Ahmadi goblok..,

27. Pesan - November 9, 2011

Cerita Alumni Thawalib Pembawa Ahmadiyah ke Indonesia benar gak? hati-hati loh, ada buktinya kagak?

28. Muslim Konoa - Maret 29, 2013

Assalamu’alaikum wr.wb. Skedar ngasih tahu, kalau Sumatera Thawalib Parabek itu bukan di Padang Panjang. Kalau Thawalib yang di Padang Panjang itu namanya Perguruan Thawalib Padang Panjang. Jadi jangan asal nulis aja bung. Silahkan teliti lagi sejarahnya, apa iya..??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: