jump to navigation

Melongok Shalat Jumat Jemaat Ahmadiyah April 18, 2008

Posted by orangmiskin in berita, hidup, opini.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Ahmadiyah jln sawahan

Kalimat Love for All Hurted for None terukir utuh di dinding pagar gedung itu. Beberapa unit sepeda motor tampak terparkir di pekarangannya. Langit Kota Padang sedikit mendung. Empat puluh lima menit lagi umat Islam akan menunaikan ibadah shalat Jumat.

Masyarakat kota ini sedang menggeliat. Namun kaum laki-lakinya mulai bersiap-siap meninggalkan aktivitas. Sebentar lagi panggilan Allah mengumandang. Jam dinding di ruang tamu sekretariat Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Cabang Padang Jalan Agus Salim No 5 Padang, saat itu menunjukan pukul 11.40 Wib. Markas kaum Ahmadi ini masih sepi.

Tak lama, sekitar 20 menit kemudian, satu demi satu pengikut ajaran ini memasuki kompleks gedung yang di dalamnya selain sekretariat juga ada Masjid Mubarak, tempat kaum Ahmadi biasa menunaikan shalat wajib lima waktu dan shalat sunat. Mereka datang berjalan kaki, mengendarai sepeda motor dan berkedaraan roda empat. Sekilas terlihat pin nama tersemat dada mereka, bukti kalau mereka berasal dari pegawai pemerintahan atau swasta.

Beberapa diantaranya mengenakan pakaian muslim, berbaju koko dan berkopiah. Sedang lainnya memakai sarung dan pakaian sehari-hari. Kaum Ahmadi ini bermaksud menunaikan shalat Jumat di Masjid Mubarak. Mereka tidak hanya orang-orang tua, tapi juga anak muda. Malahan ada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebagian jamaah menuju ke ruang masjid dan sebagian lainnya mendiskusikan informasi terbaru tentang ajaran yang mereka yakini.

Dari masjid lain di Kota Padang, lamat terdengar alunan ayat-ayat Alquran. Namun di Masjid Mubarak, alunan ayat Alquran tidak terdengar. Mungkin para jamaahnya hanya membaca dalam hati masing-masing.

Masjid Mubarak berdiri dibagian kanan sekretrariat ini. Agak ke belakang. Sama dengan masjid kebanyakan, tidak ada gambar apalagi photo di dalamnya. Termasuk photo close up pendiri dan Khalifatul Masih Ahmadiyah, seperti yang ada di ruang tamu sekretariatnya.

Masjid berlantai dua ini cukup sederhana. Lantainya terbuat dari ubin putih mengkilap yang dipadu ubin berwarna hijau lumut pada dindingnya. Sajadah merah bermotifkan Taj Mahal terhampar di lantai masjid. Di bagian tengah terdapat miniatur masjid, dan kiblat dilengkapi dengan migrab berwana coklat tua bertatahkan Kalimatullah La Ilaha Ilallah. Hanya ada tiga baling-baling angin, beberapa pengeras suara dan satu rak buku berisi Al Quran. Di sebelah dinding ada beberapa papan pengumuman memuat info-info Ahmadiyah.

Beberapa kran air wudu di belakang masjid ini mulai bergemerecik. Satu demi satu jamaah berwuduk dan mengisi setiap shaft. Dari delapan shaft masjid itu, hanya lima yang terisi penuh. Di belakang, dengan pembatas triplek dan selembar tirai, beberapa kaum ibu duduk bertelekung.

Hanya beberapa orang yang bercakap-cakap. Sekitar pukul 12.30 azan pun berkumadang memecah udara siang, saling mengungguli suara azan dari mesjid tetangga. Para jamaah berdiri dan hampir semuanya melakukan shalat sunah. Itu adalah azan pertama. Lima menit kemudian, azan kedua dikumandangkan, namun tidak melalui pengeras suara. Alunannya menggema diantero ruang masjid berlantai II ini.

Pejabat Sementara Jemaat Ahmadiyah Cabang Padang Hafiz Nawir bertindak sebagai khatib sekaligus imam. Dalam kutbahnya, Hafiz tidak ada menyingung-nyinggung keluarnya keputusan Bakorpakem terbaru. Khutbah dilakukan seperti di masjid-masjid biasanya. Ada bacaan ayat Alquran, jeda diantara dua khutbah dan doa. Itu pun dilakukan dalam bahasa Indonesia.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”. Itu adalah terjemahan surat Al Mukminun ayat 12-14, yang dibawakannya diawal khutbah. Surat Al Mukminun itu juga yang dibawakannya pada rakaat pertama ibadah shalat Jumat.

Semua tampak khusyuk. Tidak terdengar suara anak-anak. Penyebutan Amin sesudah imam mengucapkan waladdallin dilakukan dengan pelan, tidak senyaring di masjid lain. Di rakaat ke dua Hafiz Nawir membawakan surat At Tiin. Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim……(sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya), jamaah pun rukun dan bersujud.

Semua prosesi shalat Jumat di Masjid Mubarak berlangsung seperti umumnya di masjid-masjid lain. Tidak ada yang berbeda. “Orang bilang kami kalau shalat pakai sepatu. Itu tidak benar, kan adik-adik sudah melihatnya sendiri,” kata Humas Jemaat Ahmadiyah Cabang Padang Arfan Taher Sutan Kayo kepada watawan usai shalat.

Pengikut Jemaat Ahmadiyah kembali menjadi sorotan, sejak Bakorpakem mengeluarkan keputusan terbaru melarang keberadaan aliran yang dibawa Mirza Ghulom Ahmad ini. Setiap hari mereka menjadi perbincangan publik di media massa. Ada beberapa kliping koran dan seruan pengurus pusat Jemaat Ahmadiyah tertempel di dinding sekretariatnya.

Beberapa anggota Jemaat Ahmadiyah mengaku tidak terpengaruh dengan larangan itu. Bahkan semakin ditekan, semakin kuat rasa keyakinan mereka. Kalimat Love for All Hurted for None (Cinta untuk semasa, Kebencian tidak untuk siapapun), menjadi slogan hidup pengikut aliran yang di Sumbar ada 1000-an orang ini. Orang menganggap mereka sesat dan mereka mengaku tidak akan membalas dengan hal yang sama. (nto)

Iklan

Komentar»

1. hambali - Mei 10, 2008

kebebasan berkeyakinan di negara ini tidak sepenuhnya berjalan. ada sebagian orang yg menjalankan ibadah menurut keyakinannya dilarang, ditentang bahkan sampai di buru. keterlaluan….. ibadah itu ditujukan utk YANG MAHA KUASA, taada seorang pun yang bisa melarang orang lain utk ibadah. apakah orang yang melarang lebih benar di hadapan YANG MAHA KUASA, belum tentu juga

2. jakarta - Mei 10, 2008

kekuasaan yang kebablasan

3. Arief Rachman - Juni 12, 2008

Tapi…harus di ingat…Ada Agama Islam di Indonesia yang dari Jaman Rasulullah SAW sampe sekarang berkeyakinan atas nama Al Qur’an bahwa Tidak Ada Nabi lagi selain Nabi Muhammad SAW…itu yang harus di hormati oleh Ahmadiyah..kalo mereka mengaku ada nabi lagi..mereka telah keluar dari apa yang Wajib mereka taati (karena mengaku Islam)..Apalagi kalo di sangkut pautkan dgn Al Qur’an..wah..makin jauh lagi..Apa nggak sedih Rasulullah SAW melihatnya? pikir baik-2….

4. elmo - Juni 17, 2008

buat hambali mgkin ente imannya kurang nyata2 bahwa ahmadiyah adlah sesat

5. ahmadi - Juni 26, 2008

Rukun Islam ada 5, dan kelimanya adalah dasar utama, bahwa hanya pelaksana Rukun Islam tersebut (tanpa dikurangi dan tanpa ditambah)agama tersebut didefinisikan Islam. Selama itu pula mereka diberi kebebasan beragama.
Sama seperti kaum nasrani, karena perbedaan mendasar ,mereka akhirnya memisahkan diri, yang satu kristen yang satu lagi Katolik, namun sama sama berkitab Injil dan sama 2 mengakui Yesus. dan demikian juga mereka diberi kebebasan beragama. Ahmadiyah bisa melakukan hal yg sama mencontoh saudara kita nasrani.

6. ronald - Juli 5, 2008

g usah pikir pANJang,yg ptg kita jgn sampe terpengaruh

7. HAFIZ - Juli 15, 2008

Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam
Al Qur’an : nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir. TITIK GA PAKE KOMA..

8. harits abdurrahman - September 26, 2008

plg brbhya umat islam kbnykn drinya tlh mrasa suci… mrsa bnar… plng baik… &smbong\mnolak kbnran mskpun sbji sawi tdk akn msuk surga (hr.muslim) rasululahSAW jg brsbd bhw sunah wal jmaahlh yg slmt. yaitu yg brpgng tguh pd alquran&assunah. bnyk yg memonis bhw ahmdyh mlnggr surat alahzab:40. tp tnp d sdri org2 yg mmonis itu jg brd pd ksesatan. sprti tahlil,itu kn tidk ada prnthny. trz mngenai kpemimpinan yg tdk mnggkn syariat islam,isbal,shlt jumat bg wanita.. ksmpulanya. ahmdyh ingkar.. nte ge ingkar..

9. sholeh - Oktober 17, 2008

tiada tuhan selain ALLAH dan nabi Muhammad adalah utusan ALLAH…

tolong didefinisikan sendiri,klo ga tau sholatnya ga usah pake adzan…

10. deddy - Desember 19, 2008

Buat kaum muslimin
Silahkan anda kunjungi link dibawah ini agar anda semakin tahu akan kesesatan ahmadiyah.
http://islamic.us.to

Bagi yang ingin mengetahui diskusi-diskusi ahmadiyah & menambah wawasan serta ilmu ttg ahmadiyah bisa menuju kesini..

http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showforum=7

11. deddy - Desember 19, 2008

Semboyan “Love for all, hatred for none” (Cinta kepada semua, tak ada benci kepada siapapun)

Namanya juga slogan dan siapapun bisa membuat slogan apapun. Yang kita lihat itu faktanya, apakah perbuatan yang dilakukan sesuai dengan slogan tersebut. Sama halnya Israel yang mempunyai slogan kalau tidak salah “mecintai perdamaian dan memerangi terorisme”, namun kenyataannya tidak sesuai dengan fakta yg sebenarnya. Kita lihat bahwa Isarel tidak mencintai perdamaian dan mereka sendiri justru bisa disebut teroris sebagaimana apa yang mereka lakukan terhadap palestina.
Coba anda baca buku “Tasawuf, pluralisme & pemurtadan” karya H.Hartono Ahmad jaiz, pada bab “Ahmadiyah sesat menyesatkan malah disambut”. Pada saat jalsah salanah di parung yang menghadirkan Khalifah ahmadiyah Thahir Ahmad. Apa yang dilakukan ahmadiyah tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam slogan tersebut “Love for all, hatred for none” (Cinta kepada semua, tak ada benci kepada siapapun).
Begini jalan ceritanya…….

“MASUK KE SARANG AHMADIYAH DAN DITANGKAP”

Sebelum diadakan konferensi pers, LPPI dan Ahmad Hariyadi merencanakan untuk melihat langsung bagaimana keadaan kegiatan Ahmadiyah se-Indonesia di sarangnya, yaitu Kampus Al-Mubarak di Parung Bogor Jawa Barat. Tekad menghadiri upacara Ahmadiyah itu dicanangkan setelah Ahmad Hariyadi yang pernah ditolak ketika ia melabrak Thahir Ahmad ke London ternyata ditolak pula ketika ia masuk ke Hotel Regent di Kuningan Jakarta, Juni 2000, untuk menghadiri dialog antar pakar yang diselenggarakan Ahmadiyah dengan menggunakan forum bernama IFIS yang diketuai M Dawam Rahardjo seorang tokoh ICMI dan Muhammadiyah. Meskipun demikian, Ahmad Hariyadi bertemu dengan bekas-bekas temannya dulu di Ahmadiyah, dan ada semacam perjanjian untuk bisa bertemu lagi. Dari pertemuannya dengan bekas-bekas sesama jama’ah itulah Ahmad Hariyadi bersama 5 orang berangkat ke sarang Ahmadiyah di Parung, Sabtu sore, 1 Juli 2000.
Setelah shalat maghrib di Masjid yang tak jauh dari kompleks Ahmadiyah, rombongan Ahmad Hariyadi sampai di kompleks Ahmadiyah di Parung Bogor yang keadaannya sangat ramai dengan mobil yang berderet di sepanjang pinggir jalan, dan ada tempat parkir khusus yang luas agak jauh dari sarangnya. Ketika mobil rombongan Ahmad Hariyadi diparkir di tempat parkir, dan diteliti nomornya oleh petugas Ahmadiyah, dirasa agak kejauhan untuk jalan ke sarang Ahmadiyah, maka mobil dikeluarkan lagi dan mencari tempat parkir yang dekat dengan sarang Ahmadiyah. Lalu Ahmad Hariyadi dan 4 rekannya (tanpa menyertakan sopir) masuk ke pintu gerbang dan dipersilakan oleh penjaganya. Atas pertolongan Allah, 5 orang itu bisa masuk walau tanpa tanda apa-apa, sedang aslinya penjagaan di pintu gerbang itu tampaknya ketat. Rombongan pun berkeliling melihat-lihat keadaan. Di sarang Ahmadiyah itu tampaknya dibuat barak khemah/ tenda di beberapa tempat, sangat luas. Haryadi memperkirakan barak-barak tenda itu mampu menampung 30.000 orang. Rombongan Ahmad Hariyadi pun saat itu potret-potret bersama di lokasi sarang Ahmadiyah.
Ketika merasa haus, rombongan Ahmad Hariyadi beli minum di salah satu tempat penjualan, karena di dalam kompleks itu siangnya ada pameran yang menjajakan aneka produk Ahmadiyah. Di situ Ahmad Hariyadi bertemu teman lamanya yang tampak sudah tua, matanya yang satu bijil (cacat tak sempurna melihat). Orang Ahmadiyah yang matanya cacat itu berkata sengit terhadap Ahmad Hariyadi, mempersoalkan kenapa bisa masuk. Jawab Ahmad Hariyadi: “Itu di spanduk-spanduk kan sudah ditulis, “MENCINTAI SEMUANYA, TAK SEORANGPUN YG DIBENCI”, jadi kami ya masuk.” Lelaki bijil itu dengan keras mengatakan: “Kamu tidak mencintai kami, mana bisa kami mencintai kamu. Untuk semuanya itu kan yang mencintai kami!”
Perdebatan kecil itu ditinggalkan, dan rombongan Ahmad Hariyadi masuk ke ruang penerangan da’wah Ahmadiyah. Di sana ada pameran buku-buku Ahmadiyah, siaran televisi Ahmadiyah, dan kliping-klipung koran yang dipampang berderet-deret. Ahmad Hariyadi pun ketemu temannya, sedang rekan-rekan Ahmad Hariyadi melihat-lihat buku, ada pula yang beli. “Di situ ada beberapa wartawan,” kata juru penerangan. Rombongan Ahmad Hariyadi ini lagi asyik-asyiknya di stand penerangan, tiba-tiba serombongan pemuda keamanan Ahmadiyah berjumlah 25-an orang datang dan menangkap Ahmad Hariyadi.
“Selamat malam! Anda Bapak Ahmad Hariyadi, kan?! Saya petugas keamanan di sini! Saya polisi masih aktif. Anda saya amankan! Daripada nanti akan terjadi yang tidak diinginkan, anda kami amankan! Ayo datang ke pos keamanan!” kata ketua keamanan yang disebut keamanan senior, Kolonel Polisi Wiwid.
“Bapak tahu kalau saya Ahmad Hariyadi dari mana?”
“Dari laporan para anak buah. Pokoknya ayo sekarang ke pos keamanan!”
Ahmad Hariyadi bersama 4 orang digiring ke pos, diiringi para petugas keamanan Ahmadiyah yang tampaknya makin banyak. Sampai di pos keamanan Ahmadiyah, keadaan makin ramai, rombongan yang ditangkap ini dikerumuni dan diintip oleh ratusan orang Ahmadiyah. Keadaannya jadi sumpek, halaman dan sekitar pos itu penuh orang. Lalu polisi itu menginterogasi. Mula-mula dengan nada tegas sekali. Tetapi setelah dijelaskan bahwa Ahmad Hariyadi ada janji dengan teman-temannya orang Ahmadiyah, maka kemudian anggota keamanan disebar untuk mencari orang-orang yang ingin ditemui Ahmad Hariyadi. Satu persatu pun mereka datang, dan berbicara-bicara dengan Ahmad Hariyadi.
Di pos keamanan Ahmadiyah yang dilengkapi dengan aneka perangkat komunikasi termasuk walki tolki itu 5 orang yang ditangkap Ahmadiyah ini disuruh menulis data diri masing-masing dan tujuan masuk ke kawasan itu. 5 Orang itu adalah: Ahmad Hariyadi mantan da’i Ahmadiyah, Hartono Ahmad Jaiz dari LPPI/ Dewan Da’wah, Farid Ahmad Okbah dari LPPI/ Al-Irsyad, dan dua pemuda Persis dari Bekasi.
Ahmad Hariyadi pun membagi-bagikan dokumen surat-surat tentang mubahalahnya dengan Thahir Ahmad. Satu persatu teman-teman Ahmad Hariyadi diberi dokumen yang sudah disiapkan, 50 eksemplar. Polisi ketua keamanan pun diberi dokumen itu.
Masing-masing yang ditangkap ini berbicara-bicara dengan orang-orang yang datang ke pos atau petugas di pos itu sambil menunggu orang-orang yang akan ditemui Ahmad Hariyadi. Da’i-da’i Ahmadiyah yang kadang sok berbahasa Inggeris terpaksa kalah dalil ketika berbantahan menghadapi 5 orang yang ditangkap ini di pos itu ketika mempermasalhkan tentang ajaran Ahmadiyah. Ada juga yang mengakui terus terang bahwa acara-acara yang diselenggarakan Dawam Raharjo bersama Ahmadiyah itu didanai/ dibiayai oleh Ahmadiyah. Dana itu diperoleh dari Jama’ah, karena setiap jama’ah dipungut iuran seperenambelas dari hasil kekayaan masing-masing perbulan.
Setelah pembicaraan di pos itu berlangsung 2,5 jam di malam itu, kira-kira jam 10 malam 4 orang yang ditangkap itu minta pamit pulang ke Jakarta. Sedang Ahmad Hariyadi masih bertahan di sarang Ahmadiyah, dan bertekad untuk menemui Khalifah Ahmadiyah Thahir Ahmad esok pagi, Ahad 2 Juli 2000. Namun rupanya suasana di sarang Ahmadiyah itu makin ramai, karena dokumen mubahalah yang Ahmad Hariyadi bawa dan sebarkan itu beredar luas di sarang Ahmadiyah itu. Terjadilah ketegangan bahwa ini akan mengacaukan suasana. Ahmad Hariyadi harus diperkarakan, menurut banyak orang Ahmadiyah itu. Tetapi ketua keamanan yang polisi itu mengatakan, kalau mau diperkarakan, itu masalahnya apa? Orang dia ini masuk baik-baik, mau menemui teman-temannya, jadi kalau mau diperkarakan itu pasalnya apa? Dan slebaran yang ia sampaikan itu mestinya ya dibaca dulu baik-baik, apa isinya, ucap ketua keamanan yang mengaku masuk Ahmadiyah sudah 10 bulan ini.
Ketegangan pun makin tampak memanas, bahkan polisi yang ketua keamanan itu dituduh oleh jemaat Ahmadiyah sebagai orangnya Ahmad Hariyadi. Akhirnya satu jam setelah kepergian 4 orang yang sudah kembali ke Jakarta tersebut, Ahmad Hariyadi “dipaksa” pulang oleh jema’t Ahmadiyah. Tengah malam itu Ahmad Hariyadi diantarkan oleh polisi dan pihak keamanan itu ke terminal Bogor untuk pulang ke Garut. Dari terminal bus Bogor ke Garut itu ditempuh perjalanan bus selama sekitar 6 jam. Jadi Ahmad Hariyadi tidak bisa pula melabrak Thahir Ahmad secara berhadapan muka, walau sudah sampai di sarang Ahmadiyah di Parung.

12. Arta - Februari 6, 2009

Ajaran sesat ko aneh ya sudah 100 tahun tapi masih hidup & terus berkembang pesat, walaupun banyak dilarang beredar tapi malah ngetop :
– malah jadi jemaat terbesar ada cabang di 200 negara (barat & eropa)
– malah punya Media Dakwah yg canggih Muslim Televisi Ahmadiah (MTA).
– Malah Terus menyebarkan Alquran dalam berbagai bahasa ke berbagai negara
– malah punya khalifah yg terus menerus (seperti kalifah Rasidin)
– Malah punya Mesjid di berbagai Negara
– Malah punya Lembaga kemanusiaan & bencana Alam yg bernama Humanity Fisrt termasuk penyumbang terbesar ketika bencana alam di Aceh/sunami
– Malah paling berani & menang debat dengan agama Kriten/katolik (ditakuti debatnya)
– Malah santun motonya “love for all and hatred for none”
– Malah bisa bangun mesjid tanpa harus minta2 sumbangan di jalan
gimana cara berantasnya Ya … Cepe deh…,
malah kita jadi pecah belah saling ngeributin ahmadiah ehh yg di ributin malah maju,
cape lagi dehhh … jadi siapa yg sesat ya ???
Pikir sendiri Pake Logika ( kalo males mikir … cape benget deh…)

13. Deddy - Maret 12, 2009

Quote:
Ajaran sesat ko aneh ya sudah 100 tahun tapi masih hidup & terus berkembang pesat,

jawab:
Ke GE ER an, Ajaran kristen saja berkembang luas dibandingkan ahmadiyah. Kalau karena alasan berkembang pesat, kenapa tidak memeluk kristen saja?

Quote:
walaupun banyak dilarang beredar tapi malah ngetop :

jawab:
Ngetop itu ada dua jalan yaitu buruk atau baik. Seperti Escobar begitu ngetop, apa itu berarti dia itu orang yg benar? logika digunakan bang. Seperti Musailamah al kadzab saja terkenal karena dirinya adalah nabi palsu. Cocok dong ghulam ahmad dengan musailamah al kadzab karena sama-sama ngetopnya dan sama-sama nabi palsu 😀

Quote:
malah jadi jemaat terbesar ada cabang di 200 negara (barat & eropa)

jawab:
haaa…haaa kalah dong dengan Alian baha’i yang sudah ada di 230 negara. Apa anda sudah dicek yang ada di barat & eropa, banyak pengikutnya? jangan-jangan hanya mubalighnya saja yang diutus diberbagai negara agar terkesan ahmadiyah ada di 200 negara. Seperti katanya Hasan Audah (Mantan Ahmadi) bahwa di negeri cina hanya ada bapak Usman Chao yg sebagai mubaligh.
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (QS.6:116)
Seharusnya anda mencari jemaat yang jauh lebih kecil berdasaran ayat diatas seperti salamulah, NII, atau LDII, dll yg jauh lebih kecil dari Ahmadiyah.. Jadi kenapa memilih jemaat terbesar seperti ahmadiyah. Jarang membaca Al-Qur’an ya bung?

Quote:
– malah punya Media Dakwah yg canggih Muslim Televisi Ahmadiah (MTA).

jawab:
Apa ada di Al-Qur’an dengan mempunyai media dakwah pasti golongan y benar. Tolong dong tunjukkan ayatnya. AA Gym saja punya MQ Channel (media dakwah) yangbisa anda lihat melalui parabola.
Non Ahmadi yang punya panti asuhan anak yatim piatu nggak sesombong ahmadiyah. Menurut anda ahmadiyah punya panti asuhan ada berapa sih? apa di 200 negara? boro-boro 200 negara, di indonesia saja apa bisa anda sebutkan ada berapa saja panti asuhan yg dimiliki ahmadiyah? 😀
Anda tahu tidak ganjarannya memelihara anak yatim piatu? dan anda buka Al-Qur’an bagi orang yang tidak memelihara anak yatim piatu.

Quote:
– Malah Terus menyebarkan Alquran dalam berbagai bahasa ke berbagai negara

jawaban:
ini bukan jaminan bahwa anda golongan yg benar. Orang kristen saja injilnya berbagai macam bahasa dan itupun bukan jaminan agama mereka adalah agama yang benar.

Quote:
– malah punya khalifah yg terus menerus (seperti kalifah Rasidin)

jawab
Bagaimana bisa disamakan dengan khulafau Rasyidin. Ahmadiyah kekhalifahannya dipimpin oleh nabi palsu sedangkan khulafau Rasyidin dibawah kepimpinan Rasulullah SAW yang diangkat oleh Allah. Khalifah pada zaman Rasulullah berkecimpung pula dalam politik sedangkan khalifah ahmadiyah apa ada berkecimpung dibidang politik.

Quote:
– Malah punya Mesjid di berbagai Negara

jawab:
Di berbagai memangya anda tidak pernah non ahmadi memiliki masjid? Tunjukkin ayatnya kalau Allah pernah mengatakan golongan yg benar harus mempunyai masjid di berbagai negara. Yang penting itu dalil bang. Jika nggak ada dalilnya sama juga kelihatan bo’ongnya.

Quote:
Malah punya Lembaga kemanusiaan & bencana Alam yg bernama Humanity Fisrt termasuk penyumbang terbesar ketika bencana alam di Aceh/sunami

jawab:
Haaa…haaa jadi selama ini hanya baru nyumbang di aceh saja bang. Apa anda belum pernah mendegar non ahmadi menyumbang pada saat bencana. Allah tidak pernah menilai dari seberapa besar sumbangan dikeluarkan tetapi bagi Allah 100 perak pun dihargai oleh Allah jika dalam hatinya ada rasa ikhlas. Anda lihat saja di majalah bisyarat, ahmadi yang menjadi sukarelawan itu jumlahnya berapa sih dibandingkan non ahmadi?

quote:
– Malah paling berani & menang debat dengan agama Kriten/katolik (ditakuti debatnya)

jawab:
Ngapain juga ngurusin orang kristen. Ngurusin umat islam sendiri saja belum becus mau ngurusin agama orang lain. Memangnya ada perintah Allah untuk menarik umat kristen untuk menjadi umat Islam.
apa tidak bertentangan dengan ayat ini:
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” (QS.2:256)
Jadi mau mereka kafir atau tidak itu urusan mereka karena perbuatan mereka akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Tidak ada paksaan bagi kita untuk memaksa. Justru orang-orang non ahmadi lebih mengerti daripada ahmadi (Baca baik-baik ayat tsb).

Quote:
– Malah santun motonya “love for all and hatred for none”

jawab:
baca postingan saya Desember 19, 2008 at 7:07, apa terbukti kebenaran slogan tsb. Pada saat ahmad hariadi berusaha menemui khalifah ahmadiyah melakukan kekerasan atau tidak? Baca deh bukunya ahmad hariadi “mengapa saya keluar dari ahmadiyah”, ada atau tidak ketika ahmadi memperebutkan suatu jabatan sampai bertengkar.
Slogan itu tidak terbukti pak.

Quote:
Malah bisa bangun mesjid tanpa harus minta2 sumbangan di jalan

jawab:
Apa semua non ahmadi untuk membangun masjid selalu meminta-minta di jalan. Anda lihat Arab Saudi. Untuk membangun masjid saja tidak meminta-minta dijalan. Justru tindakan ahmadiyah lebih hina dibanding orang yg meminta-minta dijalan tanpa adanya paksaan dibanding apa yang dilakukan ghulam ahmad dengan cara mengancam memecat seseorang apabila tidak membayar candah 3 bukan berturut-turut.
lihat http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62 Posted: Jul 22 2007, 11:05 AM
Saya mau ingin tahu komentar anda ttg perkataan ghulam amad tsb. Ini akidah baru atau bukan? Arti “akidah” itu apa sih menurut anda?

Quote:
gimana cara berantasnya Ya … Cepe deh…,
malah kita jadi pecah belah saling ngeributin ahmadiah ehh yg di ributin malah maju,
cape lagi dehhh … jadi siapa yg sesat ya ???
Pikir sendiri Pake Logika ( kalo males mikir … cape benget deh…)

jawab:
Haaa…haaa..haaa anda lihat orang kristen apa bisa diberantas. Katanya “paling berani & menang debat dengan agama Kriten/katolik”, kenapa agama kristen semakin besar….capee deh

14. BEN - Mei 3, 2009

AHMADIYAH salah bentuk dari propaganda kaum kuffar untuk memecah belah umat islam,kepada kaum muslimin yang masih mengaku bersyahadat lawan!! WALAUPUN HANYA DENGAN KEKUATAN HATI.jangan beri mereka ruang untuk menyesatkan anak cucu kita…!!!!
“ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR”ALLAHU AKBAR

15. Sidqon asy'ari - Februari 10, 2011

Kepada saudara-saudara semua mari kita kembali kepada Alloh dan rosulnya.
Kita pegang teguh Alqur’an dan assunah.
Dengan Alqur’an dan assunah kita akan kembali bersatu seperti jaman rosululoh.
Tak ada lagi perbedaan,karena Alqur’an dan assunah adalah pemersatu umat.

16. adero - Februari 18, 2011

kita renungkan kembali ajaran rosululloh…. sudah jelas ta ada nabi lagi setelah beliau muhammad SAW… jadi kalau ada yg mengaku sebagai nabi itu bohong besar,djal djal baru… aneh kaum ahmadiyah ini.. sudah jelas dalam AL QUR’AN diterangkan sejelas jelasnya… silah kan untuk di renungkan kembali… ajaran ahmadiyah itu bener2 sesat.

17. pittismail - Desember 18, 2014

Sangat menarik komentar-komentar ini, saya sangat menghargai perbedaan pendapat, perkenalkan saya, Pitoyo, dibesarkan keluarga NU, saya sedang meneliti Ahmadiyah untuk disertasi Doktor di Ilmu Komunikasi UNPAD Bandung, judul disertasi saya KONSTRUKSI MAKNA WAFATNYA ISA ALMASIH, TURUNNYA ISA AL MASIH DI AKHIR ZAMAN DAN KENABIAN MIRZA GHULAM AHMAD, Studi Fenemenologi Ahmadiyah di Bandung.

Kesimpulan sementara (disebut sementara karena akan diuji oleh 6 Profesor awal tahun 2015) Semua Mazab DIKONSTRUKSI oleh Imamnya masing-masing berdasarkan Hadis Rasulullah saw dan Al Quran. Semua konstruksi Maszab itu dibangun berdasarkan konsensus ulama,
kONSENSUS itu untuk meningkatkan ketakwaan umat Islam dan membangun kebersamaan BUKAN memperbesar perbedaan.

Ahmadiyah, juga melakukan Ijtihad pada ajaran kebenaran yang bersumber pada AL QURAN dan HADIS Rasulullah saw. Mirza Ghulam Ahmad melakukan penafsiran tentang ayat Al Quran tentang Wafatnya Nabi Isa, dan Turunnya Nabi Isa as di akhir zaman, serta kedatangan wahyu setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw. Dimana Allah swt tidak pernah berhenti menyampaikan wahyu sampai akhir zaman. Wahyu itu diantara menurut Mirza Ghulam Ahmad, turun juga pada dirinya.

(Tidak setiap peneima wahyu selalu nabi atau rasul, lebah, semut, gajah, Ibu nabi Isa, istri Fir’aun, ibu nabi Musa as, juga menerima wahyu)

Rasulullah saw sendiri menubuatkan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 sekte, hanya satu yang diridloi Allah. siapa yang satu itu hanya ALLAH SWT yang tahu, kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berdoa, semoga Allah menunjukkan jalan yang benar bukan jalan yang sesat, sebagaimana dalam Al Fatihah ayat 7, yang dibaca oleh Umat Islam 17 kalai sehari.

Marilah kita kembali kepada perintah ALLAH SWT yakni BACALAH. mari kita berdiskusi dengan mendasarkan pada referensi buku atau kitab tafsir yang ilmiah agar menjadi produkstif dan tidak menimbulkan perpecahan sesama umat Islam.

Semoga bermanfaat.

18. Husban - Maret 25, 2015

Assalamualaikum pak Pitoyo, semoga Allah SWT menerima segala amal baik Bapak, mengampuni segala khilaf dan dosa Bapak. amin

19. raznafuri - April 30, 2015

Biar fair lihat dari 2 sisi
sisi 1 cari tau ttg ahmadiyah kepada para ulama yang membenci ahmadiyah
sisi 2 cari tau ttg ahmadiyah kepada para ulama ahmadiyahnya itu sendiri
jika sudah dilakukan lalu bandingkan dan ambil kesimpulan jika masih kurang yakin dengan kesimpulan yang diambil maka lakukan shalat istikharah minta petunjuk langsung dari Allah SWT ( kecuali jika sudah merasa paling mengetahui daripada Allah SWT ya terserah anda saja… 🙂 ) dan berdoalah ” Ya Allah Jika ahmadiyah itu sesat maka tolong hancurkan sehancur-hancurnya namun jika ahmadiyah itu benar maka tolong berikanlah hamba tanda kebenarannya dan lapangkanlah hati hamba untuk menerimanya, sesungguhnya hanya Engkau yang mengetahui mana hambamu yang sesat dan mana hambamu yang benar karena hanya Engkaulah ya Allah yang Maha Mengetahui


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: