jump to navigation

Musik Country, Sedayu Kelembutan Bermusik Februari 4, 2008

Posted by orangmiskin in berita, budaya.
Tags: , , , ,
trackback

Destindon

“How Dy”. Berkali-kali salam itu terucap. Setiap ada pergantian lagu dan memulai lagu baru, pria dengan dandanan khas koboi itu selalu berucap “How Dy”. Ya.. itulah salam khas para penggila musik country. Mereka yang tergabung dalam Country Musik Club Indonesia (CMCI) Chapter Sumbar, memang sedang menggelar Saturday Romansa Country Music di Mirama Cafe, Sabtu malam (2/2).

Musik yang berasal dari negerinya si-Uncle Sam ini, memang makin mendapatkan tempat di hati penikmat musik Indonesia, khususnya masyarakat Sumbar. Sejak diproklamirkan 29 Juli 2007 silam, CMCI Chapter Sumbar sudah memiliki 100-an peserta tetap. Belum lagi peserta yang datang khusus ketika ada iven-iven yang dihelat CMCI Sumbar.

Gila musik country memang mewabah. Dari anak muda sampai nenek-nenek, asyik ber-line dance (tarian khas country). Dimalam itu misalnya, begitu si penyanyi mendedanngkan lagu lawas Minang, Kampuang Den Jauh di Mato dan Ayam den Lapeh, mereka langsung turun dan secara bersama ber-line dance. Gerakan line dance, sepintas tampak sederhana. Maju, mundur dan maju lagi. Seperti tarian poco-poco yang sempat mengIndonesia beberapa tahun silam.

Sebenarnya, tidaklah sesederhana itu. Ada keselarasan dalam gerakannya. Jangankan kita yang belum pernah sekalipun ber-line dance, penikmat musik country pun, kesulitan mengikuti gerakan yang katanya seragam di seluruh dunia ini. Makanya jangan heran jika ada anggoata CMCI, menyediakan waktu luang memberikan workshop tarian ini kepada yang lainnya. Seperti yang dilakukan Meiske. Wanita ini adalah orang Indonesia satu-satunya yang 6 kali mengikuti “Line Dance Tournament” di tingkat Asia Pasifik.

Musik Country menurut Vice Gubernur I (sebutan ketua) CMCI Chapter Sumbar, Petrus, adalah musik untuk semua golongan. Country, katanya memiliki ciri khas pada syairnya. Tidak pernah syairnya mengajarkan kebencian. Syair-syir musik country lebih banyak bicara tentang keindahan alam dan rasa syukur akan karunia Tuhan.

“Country untuk semua, terutama yang mencintai alam. Alam adalah sumber inspirasi bagi syair-syairnya. Syair country adalah rasa kagum akan ciptaan Tuhan,” kata Petrus yang saat itu mewakili gubernur CMCI, Badrul Mustafa Kemal yang berhalangan hadir.

Di Indonesia, Musik country lekat dengan figur Tantowi Yahya, host acara “Goin Country”. Dinegeri asalnya, country sangat populer. Sepopuler Dangdut di Indonesia. Meski berasal dari negeri yang jauh nun disana, musik country bisa dikombinasikan dengan musik daerah. Terutama lagu-lagu rakyat (folk).

Lagu Kampuang Den Jauh di Mato dan Ayam Den Lapeh tadi misalnya, terasa enak jika dibawakan dalam irama country. Ada yang berbeda,” tambah Petrus.

Pendapat Petrus ada benarnya. Saat lagu Lagu Kampuang Den Jauh di Mato dan Ayam den Lapeh dinyanyikan, hampir semua pengunjung Mirama Cafe yang hadir malam itu, menggoyangkan badan. Tidak terkecuali saya, yang bukan penggemar country. Saya dan mereka ikut larut dalam sedayu dan kelembutan musik country.

Menurut sejarahnya, Musik country berakar dari lagu rakyat Kepulauan Inggris (atau ke arah lagu rakyat Irlandia). Alat musik utama di awal kemunculannya adalah fiddle (biola atau violin, biasanya untuk musik country, ada senar ganda di senar ke empat) dan banjo, alat musik khas yang identik dengan country. Banjo kalau ditilik dari asalnya justru alat dari benua afrika.

Penyuka musik country, sangat mudah dibedakan dengan maniak musik lainnya. Mereka berdandanan khas. Dikepala bertengger topi besar seperti topi para koboi. Pakaian yang melekat merupakan padanan kemeja dengan celana jeans dan sepatu kulit. Terkadang kalau kita belum familiar, dandanan mereka mirip style bapak dan ibuk-ibuk kita saat masih muda dulu. Tekesan kuno.

Mungkin karena kesan itulah, pergelaran Saturday Romansa Country Music yang digelar semalaman itu, minus anak muda. Dari puluhan pengunjung yang datang rata-rata berumur 35 tahun keatas. Kecuali Sekjed CMCI Cahpter Sumbar, Fajar Yofandi yang masih berumur 25 tahun.

Ini adalah tantangan bagi CMCI Sumbar, jangan sampai ada kesan musik yang enak ini, dianggap musik jaman dulu dan ngak seusai dengan selera anak muda, yang menghentak, penuh emosi dan berkeringat, seperti konser The Titans yang digelar pada malam yang sama, beberapa puluh meter saja dari Mirama Cefe. (nto)

Iklan

Komentar»

1. Music Country.. « Youngmen32’s Blog - Februari 23, 2009

[…] Music Country.. Musik Country, Sedayu Kelembutan Bermusik […]

2. niebell - September 26, 2010

i’m 19 and i love country!! ❤

3. ell - September 1, 2012

makasih.. sangat membantu 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: