Awas Bencana Saat Gerhana Juli 30, 2008
Posted by orangmiskin in berita.Tags: Bencana Saat Gerhana, gaya gravitasi labil, gempa saat gerhana, Gerhana matahari total
trackback
Tiga hari sebelum dan sesudah gerhana matahari total perlu diwaspadai. Saat-saat itu, gravitasi Bumi berubah secara ekstrim yang memicu terjadinya bencana alam, seperti gempa, longsor, banjir dan angin puting beliung. Dan 1 Agustus 2008 mendatang sebagian Bumi akan gelap gulita akibat gerhana matahari total.
Kordinator daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Ade Edwar mengatakan, masa-masa labil bumi bukan saja saat gerhana matahari dan bulan, tetapi juga saat bulan baru dan bulan purnama.
“Dalam satu bulan itu, ada dua kali keadaan labil. Tapi saat gerhana Matahari total dan bulan total, kondisinya lebih ekstrim lagi. Gravitasi Bumi berubah secara drastis. Kadang tinggi, kadang rendah,” sebut Ade Edwar kepada koran ini, Selasa (29/7) di ruang kerjanya.
Gravitasi yang berubah drastis itu memicu pergerakan permukaan bumi. Imbasnya bisa terjadi gempa bumi di tempat-tempat yang labil, banjir jika hujan turung deras dan pasang naik, longsor jika hujan mengguyur di tebing-tebing curam. Dan angin puting beliung. Masyarakat diminta waspada, apalagi berdasarkan kajian empiris, hampir semua bencana di Sumbar terjadi saat Gerhana Matahari atau Bulan total.
“Sumbar tidak masuk daerah lintasan gerhana, tapi pengaruhnya diseluruh permukaan bumi. Bencana bisa terjadi dimana saja, bisa di Indonesia juga bisa ditempat lain,” jelas Ade.
Kajian empiris gempa di Sumbar, 77,5 persennya terjadi disaat bulan penuh (bulan baru dan purnama) dan gerhana total (matahari dan bulan). Sejak tahun 1681, 15 kali (32,6 persen) terjadi di bulan baru dan 19 kali (44,19 persen) terjadi di bulan penuh. “Gempa 6 maret itu terjadi dalam rentang 6 hari gerhana, gempa 12 dan 13 september juga sebelum gerhana. Probabilitasnya (kemungkinan) sangat besar,” kata Ade.
Menghadapi kemungkinan terjadinya benacan itu, kewaspadaan petugas di Pusat Kendali Operasi Penanganan Bencana (Pusdalop PB) Sumbar lebih ditingkatkan. Terutama tim piket yang memantau perkembangan. Demikian juga komunikas dan kordinasi dengan Satlak-satlak di kabupaten/kota.
“Kenapa saat terjadi gerhana, kita disunatkan sholat gerhana. Tidak mungkin ada perintah itu, jika tidak ada sesuatu. Sholat itu maknanya minta ampun dan keselamatan. Karena secara ilmiah, disaat-saat gerhana bumi tidak stabil,” jelas Ade Edwar. (nto)






Sekarang tanggal 1 Agustus…
Menanti yang tak pasti…
ini gambar aku kasih ke mama