Original Air Terbakar di BIM Juli 24, 2008
Posted by orangmiskin in berita.Tags: Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kecelakaan pesawat di indonesia, pesawat terbakar di BIM
trackback
Langit Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang awalnya biru dipenuhi asap hitam. Sebuah ledakan keras memicu terjadinya kebakaran hebat tersebut. Pesawat Original Air nomor penerbangan ORI 708 dari Singapura tergelincir di landasan pacu BIM saat mendarat. Orang-orang berteriak dan raungan sirine menambah kekalutan pagi itu. Puluhan keluarga penumpang sesaat terkesima dan kemudian histeris.
Hari itu Kamis (24/7). Jam baru menunjukan pukul 9.30 WIB. Bandara Internasional Minangkabu sudah dipenuhi orang. Puluhan keluarga penumpang Original Air tampak diantara kerumunan. Mereka menunggu detik demi detik kedatangan sanak keluarga yang terbang dengan pesawat jenis Boeing 737-400 milik PT Original Air.
Wajah para penunggu ini sumbringah, saat di langit BIM si elang besi berpenumpang 69 orang plus 6 orang kru ini mulai terlihat. Makin lama makin jelas. Keriangan segera bertemu dengan keluarga terpancar dari mata mereka. Beberapa diantaranya mendekat ke pagar pembatas bandara, bersiap menampakan wajah kepada perantau yang baru pulang. Sang penunggu tidak sadar ancaman besar sedang mengintai anggota keluarga mereka.
Delapan menit sebelum mendarat di BIM, ORI 708 melaporkan kepada Padang Approach tentang gangguan mesin sebelah kanan yang mengakibatkan pesawat bergetar hebat. Saat Padang Approach menerima berita itu, pesawat masih berjarak 15 Nautical Mile (NM) dari MKB VOR. Dan berada pada ketinggian 10 ribu kaki. Diperkirakan pesawat akan berada tepat di atas MKB VOR sekitar empat menit kemudian.
Saat pesawat mendekati MKB VOR, captain pilot melaporkan kerusakan tidak dapat lagi diatasi dan bertambah parah. Mesin sebelah kanan tidak berfungsi (engine fail). Dia menyatakan penerbangan dalam keadaan darurat (Emergency). Penumpang tersentak. mereka tidak bisa berfikir panjang. Komat kamit doa penumpang bercampur aduk denga perintah pramugari yang meminta mereka tetap tenang. Tapi itu tidak banyak membantu, semuanya sudah terlambat.
Waktu berjalan cepat dan maut berada di depan mata 69 penumpang ini. Detik-detik akan melakukan pendaratan, mesin kanan yang mengalami gangguan mengeluarkan asap. Petugas tower mengatakan, melihat dengan jelas asap hitam mengepul dari mesin itu. Capt Arif yang memiloti pesawat tidak bisa mempertahankan posisi. Kondisi ini diperparah pengaruh angin samping (crosswind) berkecepatan 10 knot.
Pilot tidak dapat lagi mempertahankan ketinggian dan pesawat tidak mencapai landasan (runway), kemudain jatuh terhempas di ujung landasan pacu 33 lalu melenceng ke kanan. Gesekan badan pesawat dengan permukaan tanah mengeluarkan percikan api. Dan terjadilah ledakan keras.
Beberapa detik kemudian, kobaran api melahap sayap kanan pesawat Original Air. Seketika kepanikan mengejala. Raungan sirine dua mobil pemadamam kebakaran yang sudah dipersiapakan begitu mendapat kabar gangguan mesin, meluncur ke lokasi kejadian. Orang-orang berteriak. Dan dari dalam pesawat terlihat jelas beberapa penumpang berusaha keluar badan pesawat. Semuanya dikejar waktu.
Petugas pemadam kebakaran melakukan penyergapan awal di titik api. Beberapa menit kemudian tiga unit mobil pemadam kebakaran bantuan juga sampai dilokasi. Mereka menyemprotkan foam keseluruh badan pesawat. Hanya butuh 3 menit, api benar-benar padam. Di sekeliling, petugas security bandara dan aparat kepolisian tampak berjaga-jaga. Tim medis pun kemudian berdatangan.
Setelah api padam, secara naluriah satu per satu penumpang yang cidera ringan turun. Sedang korban luka berat masih tertahan dan berteriak minta tolong. Dimulailai aksi penyelamatan oleh tim medis, dibantu petugas, aparat kepolisian, TNI dan security bandara.
Korban-korban luka berat mendapatkan prioritas utama. Mereka dijauhkan dari pesawat dan untuk sementara dibaringkan di lapangan terbuka, sebelum diangkut ke tenda pertolongan pertama.
Diantara keriuhan itu, seorang laki-laki terborgol tampak melarikan diri. Namun dalam sekejap berhasil ditangkap kembali oleh aparat. Ternyata pria berusia 30 tahun ini salah satu tersangka teroris yang dideportasi ke negeri ini. Beberapa wartawan elektronik dan cetak yang mengambil gambar peristiwa naas itu, dihalang-halangi petugas. Karena crash area tidak boleh dimasuki oleh yang bukan bagian tim penyelamatan.
Kecelakaan pesawat Original Air benar-benar hebat. Sebanyak 12 penumpang tewas, 10 pingsan, 35 luka-luka dan sisanya selamat. Mereka semua sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun puluhan petugas masih tampak di lokasi. Mereka memasang police line disekeliling pesawat untuk mengamankan barang bukti. Keadaan benar-benar terkendali.
Peristiwa kecelakaan pesawat diatas, bukan sebenarnya. Rangkain peristiwa itu bagian latihan penanggulangan gawat darurat yang digelar di BIM. Latihan yang diberi sandi ketaping 2008 ini, diadakan untuk mengatisipasi terjadinya kecelakan yang sebenarnya. Sejumlah pihak hadir, seperti unsur kepolisian, TNI, tim medis dan lainnya.
Direktur operasi dan teknik PT Angkasa Pura II, S Tulus Pranowo usai latihan kepada wartawan menyebutkan latihan tersebut untuk menguji kesiapan fasilitas yang ada dan kesiapan personil. Sebelum BIM, latihan serupa sudah diadakan di Palembang, Bandung dan Medan.
“Yang paling sulit, jika ini memang terjadi adalah kordinasi. Karena melibatkan banyak pihak, ada polisi, TNI, rumah sakit dan lainnya,” katanya.
Latihan itu sesuai aturan yang dikeluarkan International Civil Aviation Organization (ICAO) dan keputusan menteri perhubungan No KM 47/2002. keduanya mensyaratkan minimal dua tahun sekali dilakukan uji kehandalan alat dan kemampuan personil pertolongan kecelakaan penerbangan pemadam kebakaran ditiap bandara. (nto)






Ondeh… Jadi takuik ke Padang Kalau Mode ko mah..
Baa kaba Kawan? Ambo patang sobok Jakfar waktu Nonton Teater Sandekala di TIM. Salam ke Angku kalau sobok keceknyo.
yo sabana itam asok e
sangko ambo sabananyo tuhhhh