jump to navigation

Perancis dan Turki di Euro 2008 Juni 20, 2008

Posted by orangmiskin in opini.
Tags:
trackback

Thierry-henry-and-franck-ribery-of-france

Seperti Virus Influenza, deman Euro terjadi dimana-mana. Semua orang mendadak pencinta bola. Bukan cuma memplototin televisi berjam-jam, namun juga ikut membuat analisis dan prediksi skor. Sepak bola kembali membuktikan diri sebagai “agama” baru manusia.

Meski dalam sejarahnya, Indonesia bukan negara sepakbola. Namun olahraga kejar, oper dan tendang bola ke gawang berselimut jaring ini, termasuk olahraga unggulan. Semua pencinta bola ingin dirinya, anak atau keponakannya seperti Christian Ronaldo. Piawai di lapangan dan bergaji besar.

Tapi sebenarnya bukan perkara tetek bengek bola itu yang mau saya tulis. Saya bukan Sindhuinata, penulis, sastrawan dan wartawan yang pencinta bola itu. Saya juga komentator bola yang soka tahu bisa menebak skor dan menilai buruk baiknya permainan di lapangan dengan berapi-api (seolah-olah, kalau dia yang main, bisa nyetak 20 gol).

Dalam 25 tahun masa kehidupan saya, intensitas saya bermain bola bisa dihitung dengan jari. Tidak sampai 20 kali. Karena memang tidak berbakat mengocek si kulit bundar ini. Dulu masa SMP, saya terpaksa ikutan main bola, karena guru Penjaskes kami dengan setengah memaksa, setiap siswa laki-laki wajib bermain bola.

Alhasil, saat itu saya membuat rekor baru dan pertama di sekolah itu. Melakukan pelanggaran hand ball sebanyak tiga kali. Tiga-tiganya terjadi di kotak pinalti. Saya jadi sasaran kemarahan kawan-kawan se-tim. Dan akhirnya tanpa paksaan, mereka mengeluarkan saya dari lapangan hijau. Sejak saat itu, saya tidak pernah main bola lagi. Kecuali terpaksa, kalau tidak ada pemain lain.

Jadi sekarang, kesukaan saya nonton bola. Bukan karena hobi itu. Namun lebih akibat kena virus bola. Semua orang lagi demam bola, kalau tidak ikut, kayaknya kok jadi aneh. Apalagi teman-teman se-kantor sudah punya tim unggulan masing-masing.

Bahkan ada teman yang begitu fanatiknya sama kesebelasan Italia. Pokoknya, Italia. Saking sukanya sama tim yang pemainnya  ganteng-ganteng ini, dia menambahkan Maldini (mantan pemain Itali yang sudah pensiun) di belakang namanya.

Biar ngak ketinggalan, sama dengan rekan-rekan lainnya. Saya memilih menjagokan Perancis dan Turki. Hanya dua alasannya, Perancis adalah negara dengan kultural beragam. Semua pemainnya berasal dari lintas etnis. Sedang Turki adalah negara yang menyimpan kemegahan masa lalu Islam. Meski diakui, tidak ada satu pun yang meragukan kehebatan Zinedin Zidane mengelola si bundar.

Dalam perjalanan Euro 2008 ini, Perancis memang tersingkir dengan cepat. Apesnya lagi mereka dikalahkan oleh Itali, kesebelasan yang menjadi musuh berbuyutan di Piala Dunia 2006 lalu. Kekalahan Perancis, bukan akhir dari segalanya. Saya masih punya Turki. Saat tulisan ini dibuat sedang berbakuhantam dengan Kroasia. Belum jelas siapa yang bakal menang.

Terlepas dari semua itu, ada filosofi dalam sepak bola. Dia bukan cuma sekedar permainan. Tapi juga penujuk. Lewat olahraga pengisi waktu senggang kaum buruh di Inggris ini, kita bisa memetik nilai kejujuran, sportifitas, kerja keras, pantang mundur dan tentu saja menerima kekelahan.

So.. mumpung demam Euro sedang berjangkit. Apa tidak bisa kita merenung dan mengambil ketauladan..(nto)

Komentar»

1. renimaldini - Juni 21, 2008

“Teman satu ini contohnya. Dia begitu fanatik sama kesebelasan Italia. Pokoknya Italia. Saking sukanya sama tim dengan pemain ganteng-ganteng ini, dia menambahkan nama Maldini (mantan pemain Itali yang sudah pensiun) di belakang namanya”

Ha..Ha..Ha.. Akhirnya anto mengakui kalau pemain Italia ganteng-ganteng ya? (perasaan Reni pemain Italia biasa aja deh. Kecuali Maldini, kalau itu dijamin 100 % ganteng bangeet..)

Satu lagi kasihannn deh anto..(dengan gaya jari ya..) Masak main bola sampai 3x hand ball. Gimana sih, masih untuk gak ditumpukin. Kalau Reni ada di situ pasti anto sudah dilempar pakai sandal butut..he..he..

Meski begitu, Reni ngucapain selamat karena Turki udah lols ke semifinal..(sorry sms gak dibalas) karena Turki menang karna dewi fortuna lagi mengarah ke sang kiper Rustu..Hidup Italia

Bravo Turkiye….ini bukan soal dewi fortuna, tapi soal mental dan semangat bertarung.. Hidup Turki. Smoga ketemu Rusia di Final..

2. max - Juni 21, 2008

seperti yang teralah… dan sudah2… yang kamanang tu balando.. karano parangainyo samo jo urang balando

haha… Belanda ngak ada apa-apanya. dipaksa pulang kampung sama Hidink.. hidup rusia. kayaknya Rusia Vs Turki yang ketemu di Final..

3. Reni Maldini - Juni 22, 2008

Banyak kejutan yang terjadi di ajang Euro 2008 ini.
Tim-tim yang “perkasa” di babak penyisihan grup dibuat “terkapar” tak berdaya di perempat-final oleh tim yang hanya sebagai runner-up saja…
Portugal, Kroasia terakhir Belanda “dipulangkan” oleh Jerman, Turki, Rusia..
Tampil superior di penyisihan grup mereka dibuat menyerah tanpa ampun..Ha..Ha..
So, bagaimana dengan pertandingan Spanyol dengan Italia nanti malam..
Apakah Spanyol akan mengikuti jejak para “seniornya” itu?
Anto bersiaplah…

kita lihat saja.. nanti malam ren..

4. renimaldini - Juni 23, 2008

Anto…Italia Reni akhirnya kalah..
Aduh gimana ini..Pasti dirimu senang sekali kan…