Pendosa Juni 14, 2008
Posted by orangmiskin in puisi.Tags: Jiwa mengembara, Magrib, Pendosa, Subuh
trackback
Aku jiwa
mengembara dikala malam
temukan setetes sinar dari kunang-kunang yang melengkungi langit gelap
berjalan tapaki embun yang mulai jatuh dari lentiknya mawar
teringat pada kepakan kupu-kupu pagi yang mengipasi telingku
tersadar dalam senadung azan subuh yang membasuhi jiwa pendosa
Aku jiwa..
jalani teriknya mentari
tanpa temukan dangau tempat berteduh
tanpa pintu untuk kembali pulang…
Aku jiwa..
terpaku dalam keremangan mega senja
saat anak-anak pulang
dan burung yang berterbangan membawa berkah penghujung siang
tersadar
dialunan magrib yang memanggil pendosa ini kembali
ke dalam kertas putih belum tertuliskan
Aku jiwa..
temukan jalan pulang dalam damai






Komentar»
No comments yet — be the first.