jump to navigation

Empat Kesialan Juni 14, 2008

Posted by orangmiskin in hidup.
Tags: , , ,
trackback

Pernahkan dalam hidup anda ada hari dimana kesialan datang beruntun. Tidak satu kali, tapi berkali-kali. Itulah yang terjadi pada saya satu minggu yang lewat. Sial yang menyalip di depan itu, membuat saya berfikir mimpi apa semalam.

Alkisah. Sebagai wartawan, saya sering mendpaat telpon, sms, undangan dan perintah untuk meliput sebuah peristiwa yang sedang dan akan terjadi. Kadang informasi itu datang saat malam, walau paling sering siang hari.

Pada Jumat (7/6) minggu lalu, saya ditelpon Humas Universitas UNP, Dr Amril. Katanya, Sabtu (8/6) ada wisuda di UNP.

“Anto, besok ada wisuda di UNP. Datang ya pukul 08.00 wib. Bapak ndak kirim undangan lagi ke kantor,” katanya.

Berhubung Sabtu pagi tidak ada jadwal penting, saya langsung bilang oke saja. Pagi tiba tanpa ada suara kokok ayam jago yang terdengar.  Seperti biasa kalau orang kita bikin acara, 90 persennya pasti telat minimal 30 menit. Itu pikir saya pagi  itu. Maka dengan sedikit berleha-leha, baca beberapa halaman buku, saya baru nyampe di UNP pukul 09.00 Wib.

Ternyata rumus itu tidak berlaku. Wisuda telah dimulai pukul 8 pagi dan sedang berlangsung. Apesnya, saat tiba di depan gedung serba guna UNP, pintu gerbang telah ditutup. Tidak boleh masuk lagi.

Karena bukan alumni UNP (saya alumni Unand), saya tidak paham jalan-jalan “mancit” masuk ke mantan IKIP Padang itu. Nah.. kesialan pertama terjadi saat itu (gerbang ditutup)

Karena yakin ada jalan alternatif, sepeda motor tetap saya gas, mutar-mutar di sekeliling kampus. Sampai tiga kali. Namun jalan masuk ini juga tidak ketemu. Bahkan juga sudah tanya mahasiswa UNP segala. Tetap nihil.  Dan ini kesialan kedua (mutar-mutar, sampai bensin mau habis)

Tiga kali keliling kampus, saya lupa kalau minyak motor dah mau habis. Takut mogok dijalan, putar otak, ngingat-ngingat SPBU terdekat. Bushh.. hanya dua SPBU terdekat di Tabing dan di Jalan Kahtaib Sulaiman. Perkiraan, pasti SPBU Tabing paling dekat dengan UNP.

Sial yang ketiga.. ternyata SPBU Tabing sedang dalam perbaikan dan ngak lagi jual BBM. Panik. Pertimbangan, balik ke SPBU Khatib Sulaiman, takut ngak nyampe. Keputusannya.. terus tancap gas sampai ketemu SPBU terdekat. Nyatanya, tidak paling dekat. SPBU terjauh berada di perbatasan Kota Padang-Pariaman.

Dalam perjalanan sempat nyesal juga, kenapa masuk dalam barisan penolak BBM eceran. Kalau ada pedagang ini, tentu akan terbantu. Saat mikir di jalanan, hampir saja nabrak mobil dinas salah seorang camat di kota Padang. Buntutnya.. disemprot supir pak camat sambil lewat.

Selamat di SPBU, sial di acara wisuda. Pas.. balik lagi ke UNP, pukul 10.05 Wib. Gerbang sudah dibuka dan inilah sial ke empat. Wisuda sudah usai. Rencana awal ngikutin wisuda UNP, gagal total.

Tidak sampai disitu. Dengan hampa, saya pacu kendaraan ke kantor. Eh.. di perempatan Padang Baru distop polisi. Polisinya sangar. Tuduhannya : Kamu menerobos lampu merah. Inilah kesialan ke empat.

“Kamu tahu apa kesalahannya,” kata pak polisi. Saya lugu menjawab “tidak pak”.

“Kamu telah menerobos lampu merah”. Dia makin ganas.

Saya yang  tidak merasa bersalah, mendepat pak polisinya. Untungnya (keberuntungan pertama sejak pagi), saya lagi pake baju dinas Posmetro Padang. Tahu saya wartawan. Pak polisi langsung berubah jadi baik.

Dia bilang “Kalau abang pasang iklan di koran ba caronyo”. Hahh… saya ketawa dalam hati.

Kena lu…. orang ngak salah mau dikerjain. Saya bilang pendek aja ” datang se ka kantor bang” Setelah bilang terima kasih, saya pergi dengan senyum..

Pak polisi..pak polisi.. ada-ada saja. (nto)

Komentar»

1. renimaldini - Juni 16, 2008

Mantap mah Anto, Reni turut berduka cita…
Tapi kesialan anto tidak hanya emapt tapi enam..Coba hitung-hitung lagi…Makanya kalau mau lancar aktifitasnya, jangan tidur lagi setelah sholat subuh (atau dak pernah salma sekali..) Ha..Ha..untuang se lai ado keberuntungan dak ditilang polisi..

iya.. sebenarnya memang enam kali ren. Tapi kalau di buat enam, kan kebanyakan..

2. vinnamelwanti - Juni 16, 2008

Mungkin dirimu belum mandi pak, jadi sial aja pas hari itu…He he he…

Gak juga kok Nto…Gw juga punya pengalaman sama ngeliput acara wisuda Unand Tahun 2002 dulu…
Karena pas ke Unand pake bus yang lama bin banget (dulu belom pake motor) ya telat…Eh, akhirnya harus termenung di jejeran pintu depan rektorat bercampur dengan para pengunjung…(bahkan ada para wisudawannya)…

Eh, tiba2 ada tangan jahil yang bisa ngambil HP diriku…Satu menit bisa lenyap…Asli, sedih banget waktu itu—soalnya HP mahasiswa yang beli dari keringat ndiri–.

Mirisnya, pas wawancara rektor, gw malah nangis..Tangan satu megang tape, tangan satu lagi nyeka mata yang udah banjir air mata…

Ha ha ha…Pokoknya semenjak itu, gak mau liputan wisuda lagi…Apapun tempatnya…He he…

wah kalau yang ini bukan sial lgi buk.. tapi tragis. pasti ada hikmah di tiap kejadian.. tul ngak

3. Catra - Juni 18, 2008

hehehe menarik sekali membaca ketidak beruntungan seseorang… mungkin bisa jadi catatan bagi kita

mkasih..smoga bisa diambil hikmahnya pak..

4. sigombak - Juni 18, 2008

Hingga saat ini belum ada teori yang mengungkap ttg kesialan… ENtah sial itu memang takdir, entah karena hal lain… Yang jelas ada faktor sebab dan akibat… Gak bisa masuk karena telat, gitu juga dengan minyak motor, ada sebab dan akibat…. Liat urutannya pasti dimulai karena menganggap acara pasti telat… Itu sih teori aku… Kalau ngomongin sial takut juga ketiban….hehehe….

iya benar juga ya.. semua dimulai saat pagi. nganggap acaranya pasti telat.. hehehe.. bisa jd pelacaran nih..

5. avartara - Juni 19, 2008

Cerita tentang kesialan,….kadang kesialan itu hanya dipikiran kita aja,…dan selalu berpikir kesialan yang beruntun,…
tapi Pak polisi takut ama wartawan ya,…..oooo baru tahu saya :)

ngak juga pak.. polisi takut ama wartawam. mungkin karena kita sama2 orang lapangan dan sering ketemu di lapangan, ada rasa sedikit solider. banyak juga kok wartawan yang kena tilang, kalau memang benar-benar salah..:)

6. kangtutur - Juni 19, 2008

Numpang galak seh! :lol:

iya.. silakan.

7. yellashakti - Juni 19, 2008

polisi aneh

iya nih.. banyak yang aneh di dunia ini..anak kimia juga ya.

8. kecoaksuci - Juni 19, 2008

ao…makasih udah mau singgah ke blog aMy…

btw aMy mau bikin blog amy kayak gini,..

bUkaknya dimanaaaa???

oia,..salam kenal juga :)

kok ngak bisa link ke bloknya Amy. padahal mau ngajarin apa yang diketahui..

9. trijokobs - Juni 20, 2008

kakakaka..
yang sial ya Polisinya wakaka..

Sabar Bang Anto.. Sabar.

makasih-makasih..mang harus perbanyak sabar aja.

10. trijokobs - Juni 20, 2008

kakakaka..
yang sial ya Polisinya wakaka..

Sabar Bang Anto.. Sabar.

11. Tigis - Juni 20, 2008

Kenapa polisi takut ama wartawan ya. Krn takut disadap aksinya dan dijadiin ringtone kali ya :)

hahhaa… ini baru lucu nih. kan lagi ngetrend pake rington Artalitagate

12. wennyaulia - Juni 20, 2008

huahahaha
*tertawa di atas penderitaan :mrgreen:

eh mas, katanya dibalik kesialan tuw ada hikmahnya ya
trus hikmahnya apa niy?

hikmahnya, jangan pernah meremehkan sesuatu, tetap serius..