Isu Baru Pasca Naiknya BBM Juni 6, 2008
Posted by orangmiskin in opini.Tags: Ahmadiyah, AKKBB, BBM, FPI, Kenaikan BBM, SKB 3 mentri
trackback
FPI, AKKBB, Silang Monas, tragedi 1 Juni. Kata-kata itu tiba-tiba saja menjadi akrab di telinga kita, pasca penyerangan FPI terhadap masa Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB).
Kata-kata itu segera mengisi ruang-ruang privat dalam hidup kita menggantikan kata-kata kemiskinan, kenaikan BBM, lonjakan inflasi, demo anti kenaikan BBM.
Secara sistematis, tanpa mengkaji apakah aksi kekerasan itu sengaja diciptakan atau tidak, pemerintah dengan sangat terampil memainkannya untuk mengalihkan isu. Membelokan ingatan masyarakat dari kepelikan hidup akibat kenaikan harga BBM. Sejenak, kita melupakan kebutuhan sehari-hari yang melambung dan memupuk amarah kita dengan hujatan.
Pengalihan isu ini (walau pemerintah membantahnya), tidak akan masif jika saja media massa tidak ikut menyemai. Tanpa peranan media, terutama TV, masyarakat tidak akan tahu bagaimana gambaran sebenarnya.
Emosi masa diaduk-aduk, saat salah satu TV Swasta menanyangkan bagaimana aksi salah seorang anggota FPI memukul masa AKKBB. Demikian juga saat pimpinan Laskar Islam Munarman (yang masih buron) mencekik leher seseorang.
Kita marah dan emosi. Itu alamiah sekali. Sebagai manusia, simpati selalu menjai milik korban.
Saya yang bukan pengamat ini, melihat kasus ini dari dua kacamatan berbeda. Bagi kami pekerja media masa, peristiwa itu sangat menarik. Kejadiannya memiliki nilai berita tinggi. Bodoh, jika ada media yang tidak mengulasnya.
Namun ulasan media itu, dijadikan sarana untuk membalikan isu. Kemarahan masyarakat pasca kenaikan harga BBM, mendadak sirna digantikan dengan kutukan dan tuntutan membubarkan FPI. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah. Menghapus ingatan publik dari realitas.
Banyak pihak yang menduga, aksi itu sengaja dirancang pemerintah. Entah benar atau salah. Yang pasti pemerintah mendapatkan momentum. Rakyat diajak emosi dan melupakan kepelikan hidup. (nto)






Komentar»
No comments yet — be the first.