GOSSIP JALANAN April 12, 2008
Posted by orangmiskin in berita, budaya, opini.Tags: Al Amin Nasution, Gosip Jalanan, Polemik Slank, Revolusi, Slank, Slank Vs DPR
trackback

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
tentara jadi pengawal pribadiApa lo tau mafia narkoba
keluar masuk jadi bandar di penjara
terhukum mati tapi bisa ditundaSiapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2 berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawanKacau balau2x negaraku ini
Ada yang tau mafia peradilan
tangan kanan hukum di kiri pidana
dikasih uang habis perkaraApa bener ada mafia pemilu
entah gaptek apa manipulasi data
ujungnya beli suara rakyatMau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duitPernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
pake peci tapi kelakuan bar bar
ngerusakin bar orang ditampar-tampar
Lirik lagu Slank berjudul Gossip Jalanan ini tiba-tiba saja jadi ngetrend. Sebabnya, akibat salah satu bait di lagu itu, slank terancam di somasi anggota DPR RI. Wakil rakyat yang mengaku orang-orang terhormat ini, merasa terbakar jenggotnya (duh..kalau ngak punya jenggot gimana ya).
Mereka tersinggung banget dengan lirik lagi itu. Masa wakil rakyat dibilang mafia, wong saya aja pasti akan mencak-mencak.
Wakil rakyat mafia yang bikin UUD, ujung-ujungnya duit, bukan lagi rahasia umum. Meski harus menjunjung asas praduga tak bersalah, apa yang dikatakan Slank itu benar. Baru sehari bepolemik, Amin Nasution, salah seorang angota DPR RI terhormat, dari partai berasaskan Islam pula tertanggkap tangan intel Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) di Hotel Ritz Carlton. Dia baru saja menerima suap dari Sekda Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Azirwan.
Dugaannya, suap diberikan sang Sekda untuk memuluskan jalan alih fungsi lahan hutan lindung. Banyak pihak sebenarnya yang ikut dalam kajian alih fungsi itu. Didalam Tim teknis independen ada peneliti LIPI, IPB, KLH dan TNI AL. Mereka ini melakukan kajian kelayakan alih fungsi. Sedang tim DPR mengkaji kelayakan politis alih lahan yang ujungnya akan dimanfaatkan untuk perkantoran sejumlah kabupaten baru hasil pemekaran wilayah.
Anggota dewan terima uang pelicin, agaknya tidak jadi rahasia lagi. Banyak kasus korupsi yang melibatkan anggota dewan-dewan terhormat ini. Hampir setiap hari kita membaca, mendegar sekaligus melihat, ada saja anggota dewan baik di pusat, daerah tingkat I atau II, yang diseret ke meja hijau dengan dugaan korupsi.
Sebenarnya, salah satu bait lagu itu tidak perlu ditanggapi dengan emosi, bahkan mau somasi segala. Mereka harus membuktikan pengabdian pada rakyat yang memilih, bukan pada duit yang mengalir.
Kami miskin air ludah kami meleleh di tepi-tepi bibir Kalau terkumpul bisa menjadi air bah menghanyutkan gedung-gedung dan jembatan kami siap revolusi dan menolak mati menjadi resi






Komentar»
No comments yet — be the first.