jump to navigation

Flu Burung Intai Sumbar April 2, 2008

Posted by orangmiskin in politik, sosial.
Tags: , , ,
trackback

Flu burung2

Kasus Flu burung masih ditemukan di Sumbar. Alifah Qasya (22 bulan) menjadi orang pertama di tahun ini yang dinyatakan postif mengindap virus Avian Inflenza. Warga Jorong Lambah Nagari Sianok ini sampai saat ini masih dirawat intensif di ruang isolasi RS M Djamil Padang.

Alifah diduga terjangkiti flu burung, setelah belasan unggas di sekitar kediamannya ditemukan mati mendadak akhir bulan lalu. Dinas Peternakan Sumbar sendiri sudah menemukan 12 unggas yang positif flu burung.

Berikut berita-berita yang sudah dimuat di harian Posmetro Padang yang berkaitan dengan kasus flu burung (klik).

Alifah Qansa Positif Flu Burung

PADANG, METRO

Alifah Qansa balita berusia 1 tahun 11 bulan warga Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku Kecamatan Ampek Koto Kabupaten Agam dinyatakan positif flu burung, berdasarkan hasil pemeriksaan darahnya di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Departemen Kesehatan di Jakarta.

“Hasil sampel darah pasien yang dikirim sepekan lalu ke Litbangkes positif. Kita belum mendapatkan surat hasil laboratorium secara lengkap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Rosnini Syavitri MKes, yang dihubungi POSMETRO, Selasa (1/4).

Namun, Rosnini tidak merinci secara jelas hasil laboratorium pasien. Pasalnya, Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit baru mendapatkan laporan secara lisan dari petugas Litabangkes Jakarta yang memeriksa sampel darah pasien. “Untuk informasi lebih jelas akan saya umumkan besok (hari ini). Hasil ini baru kita dapat secara lisan,” ujar Rosnini.

Meskipun dinyatakan positif flu burung, kondisi balita Alifah hingga kemarin makin membaik. Pasien yang saat pertama kali masuk M Djamil ini, mengalami demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Sekarang, tubuh pasien tidak panas dan batuk. “Pasien sudah bisa makan makanan yang diberikan petugas rumah sakit. Kondisinya jauh sangat membaik dibandingkan pertama kali masuk,” katanya.

Seperti yang dilansir koran ini sebelumnya, Alifah masuk ke rumah sakit sejak Senin (24/3). Sewaktu dirujuk ke rumah sakit, Alifa menunjukkan gejala seperti flu burung yaitu demam tinggi, sesak nafas, batuk. Meskipun tidak ada kontak riwayat dengan unggas, pasien tetap dirawat di ruang isolasi Irna C Petri Penyakit Dalam RS M Jamil Padang.

Hasil rapid tes yang dilakukan pihak rumah sakit kepada warga Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku Kecamatan Ampek Koto Kabupaten Agam, menunjukkan hasil negatif. Berdasarkan prosedur penanganan pasien suspect flu burung, setiap penderita diuji sampel darahnya di Litbangkes — tempat yang ditunjuk pemerintah untuk pengujian sampel darah suspect flu burung. (ren)

12 Unggas Terjangkit Flu Burung

PADANG, METRO

Tim Dinas Peternakan Provinsi Sumbar menemukan 12 ekor unggas di Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku Kecamatan Ampek Koto Kabupaten Agam positif flu burung. Sampel diambil di sekitar kediaman Alifah Qasya (22 bulan) warga setempat yang postif flu burung.

Sejak ditemukannnya gejala flu burung pada Alifah Qasya akhir bulan lalu, Dinas Peternakan Sumbar langsung menurunkan tim mengecek kondisi unggas di sekitar kediaman bocah ini. Karena saat itu tidak menemukan adanya unggas yang mati, tim Dinas Peternakan ini mengambil sampel darah dari 25 ekor unggas hidup, baik ayam maupun angsa. Dan hasilnya 11 ekor ayam kampung dan 1 ekor angsa terbukti positif flu burung.

“Saat itu kita memang tidak menemukan adanya ayam yang mati. Nayatanya memang ada, tetapi sudah keburu dibuang warga ke sungai. Ada 7 ekor ayam mati mendadak yang langsung dibuang oleh peternaknya,” kata Wakil Kepala Dinas Peternakan Sumbar Ir Edi Aradial, Rabu (2/4).

Virus Avian Influenza (AI) yang diduga menyerang Alifah berasal dari unggas yang diternak masyarakat. Saat ini Dinas Peternakan Sumbar sudah menurunkan tim untuk memusnahkan unggas yang berada disekitaran kediaman korban. Menurut data dari Dinas Peternakan Sumbar, kasus AI merupakan yang pertama kalinya terjadi di Jorong Lambah Nagari Sianok ini.

Sumatera termasuk Propinsi Sumbar sudah dinyatakan sebagai daerah endemik flu burung di Indonesia. Selain di Nagari Sianok, Dinas Peternakan Sumbar juga sudah menurunkan tim ke Jorong Angge Palembatan Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah, menyusul ditemukannya belasan ayam mati mendadak di nagari itu.

“Hari ini (kemarin-red) kita sudah bagi dua tim ke dua daerah itu. Kalau hasilnya positif juga, langkah yang sama akan diambil pada unggas disekitar lokasi,” kata Edi Aradial.

Edi Aradial berharap dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuang ayam mati disembarang tempat. Karena makin memudahkan penyebaran virus AI. Peternak juga diminta melaporkannya kepada petugas jika ada ayam yang mati. Pemusnahan yang paling efektif adalah dengan membakar dan mengubur ayam terinfeksi.

Agam 8 petugas PDSR

Edi Aradial menjelaskan di Kabupaten Agam telah disebar 8 orang tim pelacak penyakit dan respon cepat (Participatory Disease Survelance and Respons/PDSR) flu burung. Tim ini bertugas mendeteksi secara dini penyakit Avian Influenza (AI) di Sumbar. Mereka juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

“Di Sumbar ada 114 orang. Saat ini sampai 5 April mereka dilatih FAO di Bumi Minang. Setelah pelatihan selesai, mereka sudah bertugas di daerah masing-masing sebagai tenaga pemantau flu burung,” sebutnya. (nto)

Komentar»

No comments yet — be the first.