jump to navigation

Thank You Jucelino Nobrega Da Luz Januari 10, 2008

Posted by orangmiskin in sosial.
Tags: , , , , , ,
trackback

Materia9

Ucapan terima kasih pantas saya berikan kepada Jucelino Nobrega Da Luz. Orang Brasil yang mengaku profesor ini menimbulkan kepanikan sehari di penghujung tahun 2007 silam. Kota-kota pesisir di Sumbar, mendadak sepi. Ramalannya soal gempa besar 23 Desember di Sumatera, memberikan bukti kongkrit ungkapan Postmodernisme, “Kepakan kupu-kupu di Afrika menimbulkan badai di Inggris”.

Entah benar atau tidak, kabar yang dilansir beberapa media lokal di Padang, jabatan si-profesor ini ternyata hanya akal-akalannya saja. Dikatakan motif utamanya sebenarnya adalah mencari popularitas dan mengharapkan uang. Tapi menurut saya bukan itu inti masalahnya. Yang jadi persoalan adalah kenapa warga panik dengan ramalan, disaat hampir setiap hari pemerintah kita, ilmuwan kita, dan buya-buya kita bersikukuh membantah ramalannya dengan berbagai alasan.

Bagi pemerintah, ramalan itu tentu saja merugikan. Bayangkan berapa jumlah wisatawa yang batal datang ke Sumbar, geliat ekonomi, aktifitas masyarakat dan pemerintahan yang terganggu. Bagi ilmuwan, ramalan itu tentu saja omong kosong. Bukankah dalam setiap pertemuan, seminar, simposium dan ulasan media, mereka selalu mengatakan tidak ada satupun alat yang bisa memprediksi dengan tepat kapan terjadinya gempa bumi. Perkara gempa adalah perkara rahasia tak terungkap. Kredibilitas mereka dipertaruhkan dengan ramalan gila si profesor gila itu.

Lalu bagi buya apa dampaknya? Jelas ramalan si Jucelino ini menantang hukum alam, mengeleminir kekuasan yang Kuasa dalam satu mimpi saja. Masyarakat yang panik saat itu, seakan melupakan diktum-diktum suci yang tertulis hampir disemua kitab suci agama. Hampir semua agama menyebut percaya ramalan adalah musyrik.

Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang dirawikan HR Muslim menyatakan, “Barangsiapa yang mendatangi ‘arraaf (tukang ramal) dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari”

Kenyataannya, muka mereka tertampar sangat keras, ketika tanggal 23 Desember itu ribuan orang diberbagai daerah di pesisir pantai barat Sumbar pergi meninggalkan rumahnya. Mengungsi (walau bagi yang keburu malu, membantah dengan kata Liburan). Yang pasti, hari itu Kota Padang, Painan dan Parimanan, lengang. Padang yang biasanya selalu dipenuhi masyarakat dari berbagai deaerah dengan beragam aktifitas, saat itu mendadak sunyi. Mobil dan kendaraan bermotor yang saban hari membuat macet puluhan ruas jalan di kota itu, hilang.

Tsunami“Padang seperti kota mati,” demikian pendapat rekan saya Erit, pagi itu. Dia memang tidak berlebihan, di hari libur, Padang biasanya selalu menjadi magnet tersediri bagi warga untuk berkunjung. Lengkapnya sarana perbelanjaan dan posisinya sebagai etalse Sumbar, menarik orang untuk selalu datang. Dan terus datang.

Kondisi berbeda saat itu bisa kita temui di Kota Bukitinggi. Informasi rekan saya lainnya, bekas ibukota RI itu disesaki manusia. Pengunjungnya berasal dari Padang, terutama. Ini dibuktikan dengan terjadinya kemacetan di sepanjang jalan Padang-Bukittinggi, sejak pagi hari. Warga dari selatan kota itu, pergi meninggalkan kotanya masing-masing. Mereka mengungsi.

“Kami bukan mengungsi, hanya saja sekarang kan liburan panjang, anak-anak pada libur, ya sekalian saja saya ajak mereka ke Bukitinggi. Sudah lama juga tidak kesana,” kata saudara saya. Dia mendadak “baik”, padahal selama ini dikenal pelit dengan urusan jalan-jalan. Menghabiskan uang, katanya. Biasanya setiap diajak pergi liburan, alasannya selalu banyak. Sok sibuk.

Lalu apa yang menyebabkan ramalan gila itu berdampak sangat massif bagi masyarakat kita? Kuncinya terletak pada kecepatan media massa menyebarkan informasi. Era saat ini adalah eranya media massa dan komunikasi. Zamanya industri yang ditaksrifkan James Watt, beberapa abad lalu telah habis. Setidaknya itu pendapat kaum Postmodernisme.

Media massa saat ini memang lebih senang membuat berita sensasi, seperti ramalan si Jucelino. Walau berita ini timbul setelah peringatan Jucelino diikutin pemerintah Kabutapen Muko-muko Bengkulu. Tapi media senang dengan berita sensasi tidak salah. Simak contoh berikut ini. Ada dua orang pakar Timur Tengah yang ditampilkan sebagai pembicara mengatasi konflik Palestina-Israel. Pakar pertama bicaranya runut, sistematis, gamblang dan masuk akal. Jika diterapkan, semua hadirin yang hadir hakulyakin bisa mengatasi konflik dua bangsa berseteru itu.

Usai pakar pertama, pakar kedua bersiap-siap menuju podium. Tapi, baru melangkah sedikit, dia terpeleset dan langsung jatuh tersungkur. Coba anda tebak apa yang akan menjadi Headline media massa besoknya? Pastinya “Pakar Timur Tengah Jatuh Tersungkur” dan solusi konflik yang ditawarkan hanya menjadi berita dua kolom dipojok paling bawah. Bad News is Good News, itu doktrinnya.

Maka jangan heran jika ramalan si-profesor Brasil tadi bisa menjadi headline di berbagai media. Tentu saja saya kira ada kepentingan bisnis di dalamnya. Semakin kalut masyarakat, semakin butuh informasi lebih dia untuk mengatasi kekalutannya itu. Dan larinya tentu saja nonton berita dan baca koran. Ujung-ujungnya, oplah naik, rating meningkat. Uang mengalir ke pundi-pundi pemilik media. Makin kaya. Dan mudah-mudahan saja wartawannya makin sejahtera. (nto)

Komentar»

1. waher - Juni 5, 2008

it’s a great story

2. Kalender Suku Maya dan Ramalan Jucelino « uDjo bersabda - Juni 9, 2008

[...] iya, sekedar nambahin juga, waktu saya gugling soal Jucelino, saya nemu artikel ini: Thank You Jucelino Nobrega Da Luz. Coba deh baca juga, kok bisa tepat ya ramalannya.. heuheuheu Possibly related posts: [...]

3. uDjo - Juni 9, 2008

waw… hebat bener ramalannya
nice, thanks.. :mrgreen:

4. Rosyidi - Juli 13, 2008

Tokoh yang kontroversial. but, Nice info bro. Thanks.

5. orangmiskin - Juli 13, 2008
6. aurel suzan - Januari 14, 2009

fren…banyak info yang gw dapat dari ramalan si prof ni even gw bacanya was-was juga cause semua fakta-fakta yang dipaparkan sesuai dengan kejadan yang lagi hapening…tapi kita percaya aja tuhan pasti dampingin kita deh

7. FAKE YOU - Januari 14, 2009

OMFG its just a delusional jucelino’S MIND !
┏┫ x | | x ┣┓  ┏┓ 
┗┫━━ ┃ ━━┣┛  ┣┫ copy/paste
 ┃ ━━━━━ ┃ ┏┳┫┣┳┓ 
 ┗━━┳━┳━━┛ ┃    ┃ if this idiot
━━━━┃ ┃    ┗━┳┳━┛
━━━━┃ ┗━━━━━━┛┃ wasted your time

MAS JUCELINO ELO KERJA AJA YANG BENER JANGAN BANYAK OMONG
SOAL NGERAMAL…GAK ADA YANG BENER PULA !!!!SUCH A WASTE TIME

8. yayan - Januari 27, 2009

Mana ramalan yang katanya tanggal 25 Januari 2009 ini ada gempa besar (8.9 sR)di Jepang…? Tukang ngibul doang aja di percaya… Saya yakin yang di ekspos media cuma yang bener2 aja, sementara yang terbukti lebih banyak (macam fenomena gunung es), tapi sengaja ditutupi2…

rei - Oktober 4, 2009

betul tuh yayan..selama ini media hanya mengekspos kejadian yang tanggalnya sama sesuai yang dengan dia ramalkan. Padahal di samping itu masih banyak ramalan doi yg tidak ada buktinya, contohnya yg tanggal 25 januari 2009 itu..
Tapi itu semua membuktikan keterbatasan kemampuan manusia yang tak akan bisa melebihi kekuasaan Allah SWT/Tuhan.

9. Ooarx - Februari 11, 2009

mwahahahahahahaha..

10. Hond - Mei 16, 2009

Wkakaka.. Kt tgu aja, catat tgl/bln/thn kejadian yg diramalkan.

11. Sayap Malaikat - Juni 17, 2009

Coba pengen tau ah…..

12. eve - Agustus 24, 2009

peramal hnylah peramal. peramal hny memprediksi. ketepatannya secara kumulatif tak pernah 100%. klupun ada bs jd kebetulan atau mm itu kelebihan baginya dr tuhan untuk tujuan mewaspadai. kita tdk pernah tau apa saja yg tuhan mukzizatkan kpd hambanya. case by case memang, krn luz ini pernah tepat dlm meramal. inilah resiko menjadi peramal dan yg terpengaruh oleh ramalnnya. krn percaya gk percaya, ttp saja masy meresponnya. aneh bkn. mungkin kt Luz : nde…denai hanyo maramal seeh…mambana…”

13. eve - Agustus 24, 2009

kasian peramal, mo slh mo gk, mo tepat, mo meleset, ttp aja direspon. mau tau respon masy??klo benar : disanjung. klo salah : di maki. saat blm tau bnr apa slh? masy ketar-ketir…gmnpun peramal itu menyedihkan bkn…tp, dibutuhkan!

14. Sahara - September 24, 2009

Nyata-nyatanya ramalan jucelino nobrega da luz banyak yang salahnya, tipu daya setan mencuri rahasia Allah Swt kalau berbicara Qiamat, Jika Allah Swt menghendaki “Kun Faya Kun” bisa hari ini, bisa tahun depan, bisa seribu tahun lagi, liat aja katanya bulan Desember 2009 akan terjadi gempa di Sumetera dan banyak yang meninggal, kenyataannya terjadi di bulan ramadhan ini dan terjadi di Pulau Jawa dan sedikit sekali orang yang meninggal. Dan soal penyakit baru yang disebut oleh ALS oleh jucelino nobrega da luz dan penyakit Flu Burung adalah rekayasa genetik dari Negara dia dilahirkan, saya yakin itu sebagai senjata pemusnah massal, baca bantahan menteri Kesehatan Indonesia yang telah beredar. Ya Allah jauhkan diriku dari penyakit kufur.

15. zoel - September 28, 2009

saya sunggh kcewa dgn adanya rmln jucellino tersebut , karna byk masyarakat awam yang terpengaruh dan ujung2 na jadi musrik , sya sgt stuju dgan adnya artikel nie . sya berhrap agr smua masyarakat lbh berserah diri pd ALLAH SWT . wassalam

16. sekar - Oktober 1, 2009

kejadiannya memang di sumatera barat (padang) tp tahun dan tanggalnya tidak tepat. gempa besar 7,9 SR terjadi kemarin tgl 30 sept 2009. 2 hari setelah comment dari zoel.

17. Binun - Oktober 2, 2009

Tapi sekarang Ada Gempa Lagi di Padang 7.6 SR Jadi Ramalan Na Dia Meleset2 Tepat Begitu kan . . .. .

18. rudee_14 - Oktober 3, 2009

nah looo ramalannya benran kan,, padang trkena gempa hebat hebat, dia dpt melihat masa depan itu kehendak Allah, sprt dl Qur’an, Allah dpt mengutus siapa saja untuk mempringatkan bencana,, :)
klian nge Judge negtive duluan c.. :p

19. qq - Oktober 3, 2009

kayanya byk yg bener jg ramalannya, takutttttttt

20. artha - Oktober 5, 2009

ramalannya tepat, tp hal itu ga ngubah apapun… bencana tetaplah bencana…

21. tary - Oktober 6, 2009

saya cuma ga tau soal ramalan yg tgl 22 des 2008, yang saya tau yg 16 des 2009, tp emang bener jg namanya manusia yang punya sifat penasaran abis pasti browsing sana sini abis ngedenger ramalan yg jelek, yah skrng mah banyakin solat, jangan belang betong, jaga hati, lempeng2 aja hidupnya, ga aneh2 ama macem2, temperamen turunin, malahan ilangin biar sabar, pasti tenang hidupnya, saya yakin kalo semua orang di dunia ini pasti punya dosa, dan saya yakin semua orang pasti masuk neraka, terus masuk surga, tapi yang jd masalah lamanya itu lho, kan akhirat kekal abadi.

22. Alfred A. Etanntyo - Oktober 9, 2009

he tp bner jg ramalan dia..?
skrg aj dh terjadi gempanya..

23. khair - Oktober 10, 2009

sesungguhnya hanyalah allah yang mengatur segala kejadian alam semesta ini..
semua hal yang akan terjadi di alam semesta ini telah tertulis da pasti akan terjadi. dan kalaupun ada manusia yang bisa mengetahui hal itu maka itu semata2 hanyalah atas izin allah juga.
saran gw boleh waspada tapi jangan di percaya 100%

24. Aryan Suyanto - Oktober 11, 2009

Sepanjang Sejarah peradaban umat manusia (baik sejarah ataupun sekedar dongeng) mmg selalu saja ada peramal yang bisa meramalkan kejadian yang akan datang yang mana beberapa diantaranya mmg betul-betul terjadi (atas izin Allah), TETAPI,… Ingat, yang benar2 terjadi hanya sebagian kecil kuang dari 10% dari keseluruhan kejadian yang diramalkan oleh setiap peramal tsb, ini merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan untuk menguji iman hambanya, Sementara yang sebagian besar 90% lebih, DIJAMIN menjadi Rahasia Allah s.w.t. dan HANYA DIA yang maha mengetahuinya.

Jaaaadiiii,…. Brooo, yang penting kita urus diri kita sendiri untuk bertobat dan perbanyak amal kebajikan,… SELEBIHNYA biar ALLAH yang mengatur segalanya!

Sooo,… Ga perlu ikut2an Panik apalagi ketakutan!!!

Wassalam,

Aryan

25. doni - Oktober 12, 2009

ramalan melalui mimpi atau mimpi yg punya makna sudah ada contohnya di kisah nabi yusuf. Yg penting ramalan jgn dijadikan patokan menjalani hidup. Dan tidak ada namanya ketepatan 100% karena ada unsur kuasa Allah.

26. Gadis_Lugu - Oktober 14, 2009

Bisa saja org yg punya kemampuan meramal itu,org pilihan Thn jd dia di pilih u/ peringatan kpd umat manusia.Jgn spt org muslim kbykan sok suci.Ho ho ho

27. Gadis_Lugu - Oktober 14, 2009

Klo ada yg blg ramalannya meleset itu krn media massa yg cari sensasi dg bikin ramalan sndri spy oplahnya meningkat.Soalnya ramalan yg di blg tmn2 di atas gk ada di ramalan Jucelino.Klo gk pcy cri di google,search misteri dunia plh Jucelino Nobrega da Luz

28. Lumen - Oktober 21, 2009

Lucu juga baca komentar temans disini…mulai dari tulisan Harfianto lalu dikomentari, diamini pertama Juni 2008-September 2009,dan begitu terjadi gempa Padang…kelihatannya ke imanan (karena menyinggung-nyinggung agama, quran dan allah lho) teman-teman hanya dipaksakan atau hanya karena ngikut-ngikut atau memang diajarin yang salah oleh para pemuka agamanya (apapun itu). Tidak jauh berbeda dengan teroris yang orang tuanya adalah pemuka agama, yang banyak memberikan ceramah di banyak mesjid (bahkan diidolakan sebagai penceramah yang bagus), pada awalanya ngotot mengatakan anaknya bukan teroris…eeehhhh malah banget-banget benernya dan si pemuka agama itu sendiri teroris juga. Maksud saya, janganlah terlalu cepat mengatakan orang itu tidak benar, dengan melandaskan sesuatu yang temans sendiri tidak tau kepastiannya. Sering hal seperti ini menjadikan seseorang menjadi radikal dan yah itu, seperti pelaku bomb bunuh diri yang di cekoki dengan kebohongan, termasuk kebohongan mengenai agama, quran dll. jadi siap-siaplah menghadapi bencana lain dan selalu bertanya dalam diri masing-masing: kenapa harus ACEH? kenapa harus PADANG??kenapa harus JOGJA???kenapa harus TASIKMALAYA????jawabannya: kemunafikan sudah terlalu besar ditempat-tempat itu, coba deh pikirkan kemunafikan yang apa dan bagaimana. koq bukan IRIAN, BALI yang jauh lebih rentan?.