Posted by orangmiskin in hidup, puisi.
Tags: Mawar
trackback
Telah kuhapus semua jejak-jejakmu
dikuncup mawar yang mulai mekar
membusuk tertepa panasnya pagi
malam yang berembun telah lenyap
matahari keemasan taklagi mempesonaku
tidak ada lagi hari ini
sebab esok telah datang
kita masih berjalan
malam gelap tanpa pondok berteduh
mengembara dan hilang. (nto)
Sayang sekali sang pengembara harus menghilangkan jejaknya yang sebenarnya tak perlu dihilangkan.
Andai pengembara itu tahu bahwa tak perlu ada kata penghilangan karena itu sangat menyakitkan.
Andai pengembara itu tahu bahwa jejaknya sangat berarti, tapi sayang sekali ya.
he3, just commnet, just kidding. gudlak 4 u.